Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 September 2020

Bahas Tentang Isu "Bunuh Diri" - You Are Not Alone

Hallo Assalaamu'alaykum gais 👋

Jadi kemaren gue habis ikut webinar psikologi tentang Bunuh Diri. Disana membahas faktor-faktor penyebab seseorang ingin bunuh diri, gejala/tanda-tanda seseorang ingin bunuh diri, cara kita sebagai orang yang menghadapi orang lain yang ingin bunuh diri.

Ini webinar yang gue maksud:

Dibahasan ini bakal gue tambahin bumbu sedikit, karena gue juga berkecimpung di dunia Psikologi kan, jadi ya ada sedikit info yang gue selipin juga buat menambahkan.


Nah cus lah yuk kita bahas!


Pertanyaan untuk membuka materi, kenapa seseorang terpikir untuk bunuh diri?

♡Faktor yang menyebabkan seseorang ingin bunuh diri:

1. Gangguan mental 》Berkontribusi sekitar 46-74% meskipun banyak faktor lain yang juga bisa mendukung keinginan untuk bunuh diri. Macam-macam gangguan mental yg dimaksud ini: depresi, gangguan kepribadian, gangguan makan.

2. Riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya 》biasanya orang yang sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri akan sangat beresiko untuk mengulangi perbuatannya tersebut. So.. hati-hati ya.. lihat orang-orang sekelilingmu. 

3. Karakter kepribadian 》 impulsif, sulit mengelola emosi, kurang memiliki keterampilan problem solving

4. Keluarga 》 riwayat gangguan mental (faktor keturunan) atau konflik di dalam keluarga

5. peristiwa dalam kehidupan 》 stress negatif yang dimiliki dan adanya konflik dengan orang lain (bullying, kekerasan, toxic relationship), merasa galau yang parah

6. Kondisi medis 》 punya penyakit kronis

7. Ikut-ikutan trend 》 pemberitaan tentang bunuh diri yang viral memacu para netizen untuk menirunya.


♡Gejala ingin bunuh diri:

1. Berbicara "ingin mati" 》 ini adalah kalimat pertanda orang tersebut ingin memgeksekusi rencana bunuh dirinya. tolong jangan diabaikan dan diremehkan apalagi dijadikan bahan bercandaan.

2. Mencari cara dan alat untuk bunuh diri

3. Berbicara keputusasaan, perasaan terjebak, atau rasa sakit yang tak tertahankan

4. Merasa menjadi beban bagi orang lain, merasa masa depan itu suram gak ada titik terangnya

5. Bisa jadi akan menggunakan alkohol atau narkoba

6. Merasa cemas dan gelisah

7. Gangguan tidur (terlalu banyak atau sedikit)

8. Menarik diri, merasa harga diri rendah

9. Menunjukkan kemarahan dan ingin balas dendam

10. Perubahan mood yang ekstrim. Murung, hilang minat, mudah lelah, kecemasan berlebihan, gangguan konsentrasi



♡Hal yg bisa dilakukan ketika merasa sakit secara emosional:

1. Cobalah untuk mengingat bahwa pikiran "ingin bunuh diri" hanyalah sebuah pikiran yang tidak mesti dilakukan. Mencoba untuk lebih bersahabat dengan emosi (emosi positif maupun negatif), kenali emosinya lalu lebeli atau beri nama emosinya (misal: ini gue marah) lalu akui emosinya (misal: oke sekarang saya sedih, saya kecewa, saya marah, dll) lalu realease dan terima emosi itu (misal: oke gak papa.. wajar kok gue sedih bla bla)

2. Menyingkirkan benda-benda yang berbahaya

3. Buatlah "distraction box" 》 ibarat mengingat-ingat hal-hal baik atau pencapaian-pencapaian baik atau orang-orang yang mencintai kita yang ada di dalam hidup kita untuk memperbaiki suasana hati. Karena pernah ada kasus yang sudah mengeksekusi perbuatan bunuh dirinya lalu ketika mulai sekarat dia malah menyesal.

4. Cukup istirahat, makan, olahraga. Bisa jadi ambil cuti biarkan diri untum rehat sejenak. Tidak apa jika kamu harus rehat sejenak, tapi harus dikasih waktu mau sampai kapan, nanti ketika pulih bisa kembali lagi deh. Oh ita hati-hati juga dengan dampak media sosial yang sering kali kita dibuat galau, seakan-akan semua orang hebat dan kita merasa insecure. Jika memang merasa begini lebih baik ditutup dahulu sosial medianya.

5. Hindari alkohol dan obat-obatan yang tidak diresepkan dokter. Jika harus mengkonsumsi obat-obatan perlu di konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter

6. Berbicara atau menghabiskan waktu dengan orang yang dipercayai. Hindari untuk curhat di sosial media. Mungkin memang curhat di sosial media akan cepat membuat lega dan cepat mendapatkan respon dari orang sekitar tapi itu akan membuat masalah yang kamu rasakan akan menjadi konsumsi publik, kita bahkan tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran orang lain mengenai permasalahan kita kan? Dan jangan sampai menyingung orang lain. Hati-hati dalam memposting sesuatu, hindari sindir menyindir.

7. Jika sudah urgent hubungi kontak layanan konseling

8. Buat jurnal untuk menuliskan pikiran dan perasaan setiap hari

9. Membaca kisah orang lain yang bisa survive dari belenggu keinginan bunuh diri untuk dijadikan inspirasi dan motivasi

10. Bersikaplah baik kepada diri sendiri (cintai diri sendiri)

11. Buat rencana pemulihan 》 mungkin bisa jalan-jalan atau melakukan kegiatan baik yang membangkitkan semangat, dll. Bergerak dan jadilah bermakna untuk orang lain.

12. Optimalisasi zona nyaman. Orang yang sedang kacau balau atau depresi jangan dipaksa untuk bisa keluar zona nyaman, karena jangankan keluar zona nyaman, di dalam zona nyaman pun dia merasa tidak nyaman. Nah cara untuk bisa nyaman di dalam zona nyaman setiap orang berbeda-bedanya ya.. jadi nyamanlah dulu di dalam zona nyaman itu. Bisa juga dengan tingkatkan spritualitas dan religiulitas


♡Bagaimana ketika ada seseorang yang ingin bunuh diri datang menghampirimu?

1. Tanyakan "apakah ada pikiran untuk bunuh diri?" Lagi-lagi gue ingetin kalau pertanyaan seperti ini sangat sensitif, tolong untuk bertanya dengan serius, isu bunuh diri bukanlah hal yang bisa dijadikan lelucon.

2. Dengarkanlah dengan penuh empati, perhatian, dan kasih sayang. Perlu ditekankan disini juga kita sebagai pendengar tidak boleh menghakimi apa yang dirasakan orang tersebut. Jangan meremehkan masalah orang lain dan juga jangan membesarkan masalah orang lain, standar masing-masing orang dalam melihat masalah itu berbeda.

Tahan sebisa mungkin nasihat-nasihat yang ingin keluar dari mulut, nasihat itu baik tapi tidak akan menjadi baik jika diutarakan di saat yang tidak tepat, karena orang-orang seperti ini hanya butuh untuk didengarkan. Oh iya tambahan dari gue: kalimat yang mengandung toxic positivity juga lebih baik dihindari untuk dilakukan di awal, kalau mau nyemangatin ketika sudah mendengarkan dia secara gamblang dan juga sudah terlihat mulai tenang, ini berguna untuk memberikan kesan "lo tuh gak sendiri". Ingat peran kita bukanlah seorang hakim.

3. Tidak semua cerita yang orang lain sampaikan harus diberikan jawaban, tidak semua orang bercerita ingin meminta solusi, balik lagi ke no. 2, terkadang orang-orang ini hanya butuh dipahami dan dirangkul.

4. Cobalah untuk tetap tenang dan bersikap positif. Ini penting ya.. terkadang terlalu over dalam bereaksi ketika mendengarkan cerita orang juga tidak baik.

5. Tidak memaksa seseorang untuk menceritakan masalahnya, bisa jadi belum nyaman, dan hanya butuh ditemani, ditemani pun bisa jadi sedikit membantunya. It's okay kan? Ya sadarlah.. bahwa ketika kalian sedang berbincang seperti itu kalian bukan berada di dalam acara gosip. Lalu jika sudah mulai terbuka untuk bercerita dan jika memang permasalahannya begitu krusial, perlu diberikan pengertian untuk bisa mengajak orang lain yang bisa dipercaya untuk berkolaborasi dalam membantu, berikan pengertian bahwa ini demi kebaikannya, dan ini dilakukan masih dalam ranah asas kerahasiaan (tidak melanggar asas kerahasiaan).
6. Jaga orang itu agar tetap aman, jauhi dia dari peluang-peluang untuk melakukan bunuh diri dan jauhi dari benda-benda berbahaya yang bisa menyakitinya. Lalu tanyakan keadaannya setelah krisis.
7. Usahakan untuk terhubung dengan orang yang dapat mendukung (keluarga, teman, rekan kerja, konselor, dokter, atau terapis, dll) untuk meminta bantuan.

Oh iya untuk kontak layanan bantuan bunuh diri di Indonesia jujur gue belum tau, jadi untuk kalian yang tau bisa tolong tuliskan di komen ya terima kasih.. siapa tau bisa membantu orang-orang yang memang sedang mencoba survive atau mungkin bisa jadi menolong orang yang memang sedang di datangi orang yang ingin bunuh diri.

Kalau ada yang mau ditambahkan silahkan saja tambahin di kolom komentar ya, siapa tau ada yang kelewat atau keliru atau mungkin masih kurang dalam memberikan informasi.
-oke ini gue edit tgl 20 september 2020, dan akhirnya gue menemukan kontak terapis (tenaga profesional), kebetulan gue ikut webinar lagi hari ini, nah ini ya kontaknya ada di foto, atau bisa DM @juwitavalen di instagram untuk diarahkan



Sedikit sharing aja, dulu gue juga pernah terpikirkan soal bunuh diri ini, dan hampir mengeksekusi perbuatan itu. Karena waktu itu memang gue lagi punya permasalahan di dalam hidup gue yang ngerasa buntu banget gitu loh. Sampai benar-benar merasa badan tuh jalan kemana-mana tapi jiwanya gaada, serius.. itu gak enak banget, ngerasa hidup tuh kek gaada artinya gitu. Nah beruntungnya gue dipertemukan sama dosen yang baik mau menolong gue, karena gue kuliah di jurusan bimbingan konseling artinya dosen gue pun adalah seorang konselor. Disanalah gue mulai mencoba healing. Dan itu awalnya berat gais.. dimana lo harus mengungkap luka-luka yang selama ini lo pendem dan abaikan. Pernah hampir menyerah, bahkan disaat proses konseling. Gue pernah mikir "ini ada gunanya gak sih?" Tapi ada salah satu sahabat gue yang mendukung gue buat melanjutkan proses konseling itu. Alhamdulillahnya gue sekarang sudah jauh lebih baik, lebih aware sama diri sendiri, lebih sayang sama diri sendiri, meskipun ya yang namanya perasaan negatif sering kali masih hadir, tapi ya wajar kan namanya juga manusia namanya juga hidup. Jadi nikmati saja perasaan negatif atau positif yang dirasakan saat ini memang harus lebih diperhatikan.

Untuk kalian yang lagi mencoba untuk melewati masa-masa sulit, semangat ya.. semoga kalian bisa melewati masa-masa sulit di dalam hidup kalian, semoga pundakmu dikuatkan, dan pikiranmu di jernihkan. Aamiin..

Oke segitu saja dari gue.. kurang lebihnya mohon maaf semoga bermanfaat..

Wassalaamu'alaykum~
Sampai jumpa di postingan gue selanjutnya.

Selasa, 08 September 2020

Lika liku persahabatan

Sepertinya hubungan persahabatan itu tidak akan mungkin tidak pernah bermasalah kan ya? sedeket apapun lo sama sahabat lo biasanya bakal ada aja ujiannya, kadang tuh cuma hal sepele kan yang membuat lo sama sahabat lo harus mengambil jarak untuk sementara waktu? Bahkan kadang cuma masalah miskomunikasi aja kan akhirnya jadi kesel-keselan?


Kadang ada suatu kondisi dimana lo sebenernya gak berniat buat bikin kesel sahabat lo, eh tapi ternyata kita ngeselin bagi dia. Atau kadang karena bingung menjelaskan hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat akhirnya menjauh begitu aja tanpa ada kalimat embel-embel yang menyadarkan kalau pendapat bisa saja berbeda.


Perbedaan pendapat itu wajar kok, hanya saja kalian harus bisa saling terbuka aja, katakan aja apa yang memang berbeda, yang pasti dengan ucapan yang baik dan tidak menyinggung perasaan. Perlu memang melatih diri untuk bisa lebih asertif.


Kadang gua suka heran.. anak kecil aja bisa sebegitu pemaafnya kepada orang lain, tapi kita sebagai orang dewasa sering kali memiliki jalan pikiran yang lebih rumit dari apa yang dipikirkan. Sesimple itukah anak kecil? Sesuci itukah hatinya? Semurni itu kah kasih sayangnya? Sebagai orang dewasa kadang gua malu sudah tidak bisa seperti itu.


Percayalah.. yang namanya persahabatan sejati, tidak akan menjatuhkan sahabatnya demi kepentingannya sendiri. Persahabatan sejati tidak akan memiliki niat sedikit pun untuk menikam sahabatnya dari sisi mana pun. Pernah kepikir gak? kok sahabat bisa melakukan hal itu sih? Ya bisa.. mungkin salah satu penyebabnya dari masalah ini adalah rasa iri-irian. Itulah yang sering membuat semuanya jadi hancur berantakan. Hmm.. sebenernya rasa iri mah manusiawi sih.. tapi sepinter-pinternya lo deh buat mengelola rasa iri itu, jangan sampe menyakiti orang lain. Kalau udah nyakitin kek begini.. bisa menjadi hubungan persahabatan yang beracun atau kalau bahasa gaulnya "toxic" wkwk.


Sebagai orang yang bukan anak kecil lagi, memang gak bisa dipungkiri ada aja orang yang kadang tega kan? Kalau begini mungkin memang lebih baik to say good bye aja sih, karena agak berbahaya juga kalau bersahabat dengan orang macem gini. Tolong jaga ia yang memang tulus sama lo.. itu akan jauh lebih baik ketimbang harus memaksakan diri dengan orang yang memang gak sejalan sama lo.


Kalau kamu sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi sahabatmu, terus lo lagi dirundung dengan permasalahan kecil semacem miskom tadi tuh.. pun gue rasa perlu untuk dikomunikasikan dengan lebih bijaksana agar persahabatan kalian terus langgeng dan tak lekang oleh waktu.


Nb: ditulis berdasarkan pengalaman masa lalu dan pengamatan di lingkungan sekitar

Sabtu, 18 Juli 2020

Makna kehidupan

Berbicara soal kehidupan, tidak akan jauh dari berbicara akan konsep keTuhanan.

Pernahkah kau bertanya-tanya apakah Tuhan itu ada atau tidak? Dahulu saya pernah mempertanyakan hal ini pada diri sendiri.. dan sekarang saya tahu jawabannya.. bahwa Tuhan itu ada. Memang perlu proses panjang untuk menemukan makna dari Tuhan itu sendiri.

Tahukah kalian akan konsep bilangan real dalam matematika? Dimana bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional. Nah sama seperti hidup kita.. ada hal-hal yang bersifat rasional dan irrasional, tak perlu panjang-panjang ya untuk di jabarkan.. kalau hal-hal rasional semua kejadian yang bisa dengan mudah kita nalar, lalu hal-hal irrasional ini bisa dikaitkan dengan konsep keTuhanan, karena tidak bisa dipikirkan oleh logika semata cuma hati yang bisa merasakan.

Di dalam hidup banyak hal-hal yang bisa terjadi tanpa bisa kita kontrol. Ada hal menyenangkan hingga menyakitkan yang terkadang bisa terjadi begitu saja tanpa bisa diduga. hal yang menyenangkan dan menyakitkan itu bisa juga menjadi ujian buat kita.

Dimana ketika kita mendapatkan anugrah dari Yang Maha Kuasa.. saat itu Allah menguji.. bisakah kita diberikan kepercayaan untuk mengemban kebahagiaan tersebut tanpa melupakan-Nya? Atau jangan-jangan justru kita lupa bahwa apa yang terjadi semua adalah atas izin Allah? Hal yang menyenangkan pun bisa menjadi cobaan, dimana kita diliat sejauh mana bisa amanah dalam mengemban kebahagiaan.

Cobaan selanjutnya adalah ketika mendapatkan hal-hal menyakitkan. pernahkah kalian justru menghardik Tuhan dan menyalahkan-Nya? Pernahkah kalian merasa hidup ini tidak adil. iya saya pernah merasakan hal ini kok.. 

Tapi tahukah kamu?
Kalau Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Allah memberikan kita cobaan untuk menguji sejauh apa kesabaran kita. Terkadang Allah memberikan kita ujian agar kita bisa berbenah diri, bisa refleksi diri, bisa mengambil hikmah yang terjadi atas semua hal yang didapatkan.

Cobaan yang kita dapatkan adalah cara Allah untuk mengangkat derajatmu.. Allah memberikan cobaan untuk mengajarkanmu arti kehidupan. Mungkin Allah ingin mengajarkanmu untuk lebih memiliki belas kasih kepada sesama dengan cobaan yang diberikan kepadamu.

Singkatnya begini.. ketika kamu berada di titik tidak mempunyai apapun, lalu kamu melihat ada orang lain yang kesusahan, coba tempatkan dirimu di tempatnya, apa yang kamu rasakan? Pasti kamu akan berkata di dalam hati "aku ingin membantunya" karena kamu tahu sakit rasanya jika tidak ada yang membantu ketika kita sedang berada di dalam kesulitan.

Atau..
Ketika kamu disakiti oleh seseorang, pernah tidak kamu berkata dalam hati seperti ini "aku tidak akan berbuat seperti itu kepada orang lain"? Karena kamu tahu rasanya disakiti. Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil ketika kamu mendapatkan hal-hal yang tidak menyenangkan dari orang lain. Apa jangan-jangan kamu berpikir begini "kalau saya tersakiti, orang lain juga harus tersakiti"? Nah pikiran seperti ini tidak baik ya.. ini namanya balas dendam. Biarkan sistem karma bekerja dengan sendirinya. Kita tidak punya hak membalas perbuatan keji orang lain yang pernah dilakukan kepada kita.

Pada dasarnya Allah menciptakan manusia memiliki tujuan tertentu. Apakah kamu bisa taat di jalan-Nya atau justru melenceng dari jalan-Nya? kamu bisa memilih ingin menjadi seseorang yang menginspirasi kebaikan kepada orang lain atau kamu ingin membawa cobaan menyakitkan kepada orang lain? Semua pilihan ada di tanganmu. Yang pasti ingatlah.. bahwa hukum karma itu berlaku, entah itu karma baik atau buruk. Saya percaya dengan konsep apa yang kamu tabur adalah apa yang akan kamu tuai.

Saya pernah mendapat insight dari konselor saya bahwa kita harus mencari tujuan hidup kita, temukan makna "kenapa saya di lahirkan?" kita hidup bukan hanya tentang diri kita sendiri tapi juga tentang orang lain, bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain, bagaimana kita bisa menjadi seberkas cahaya meski di dalam kegelapan. Hal itu membuat saya sadar.. kalau hidup ini tidak bisa egois hanya mementingkan keinginan diri. Tapi kita juga harus mencintai diri kita sendiri, self love tidak sama dengan selfish.

Katakan ini kepada dirimu sendiri ketika kamu sedang ditimpa masalah: "kamu itu sebenarnya hebat! Kamu sudah bisa melewati banyak hal menyakitkan, ayolah! Bangkit! Kamu boleh bersedih, kecewa, marah, takut, dll tapi kamu tidak boleh kalah dengan itu" Lakukan healing sesering mungkin, catat hal-hal yang bisa kamu syukuri di dalam hidupmu. Dan yang pasti kita juga tidak lupa untuk mencintai Pencipta kita.

Coba kita lihat kehidupan ini dari kacamata kesederhanaan, pada dasarnya kita juga tidak diperbolehkan untuk hidup bermewah-mewahan dan berlebih-lebihan, konsep kesederhanaanlah yang mengajarkan kita untuk bisa berbelas kasih kepada sesama makhluk. Konsep kesederhanaan ini juga bisa mengajarkan kita untuk tidak bersifat egois. Semoga Allah selalu bisa membuat kita merasa cukup dan merasa bersyukur atas segala keberkahan yang sudah diberikan-Nya.

Saya rasa makna hidup itu luas ya.. saya yakin semua orang pun punya prosesnya masing-masing dalam menemukan makna hidup. Hati dan otakmu adalah kunci dalam menemukan makna hidup. Yang pasti.. setiap kejadian yang terjadi di dalam hidupmu pasti punya makna, mungkin Allah ingin menegurmu untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dan bisa menjadi titik balik untuk bisa lebih dekat dengan-Nya.

Dari perjalanan hidup kita, mungkin itu cara Allah menunjukkan orang-orang yang tepat untuk bersama dengan kita dan mana orang-orang yang tidak tepat bersama dengan kita. Yakinlah bahwa Allah bisa menjadi penyelamat dalam hidupmu.

Jadi apa makna hidup versimu?




Kamis, 09 Juli 2020

Pandangan tentang "Menikah" (part 2)

(Warning! Tulisan ini untuk melengkapi part sebelumnya) Part 1

*Intermezzo dahulu*
Saya sebagai perempuan yang selama ini sudah mengarungi kehidupan selama 24 tahun lamanya jadi punya suatu pemikiran kriteria pria yang pantas menjadi pendamping hidup, ya walaupun saya single sejak lahir sih.. tapi pengalaman saya akan cinta juga tidak cetek-cetek amat, pengalaman akan hal menyakitkan yang pernah menghujam diri saya ini, membuat diri saya berpikir hal ini sangat jauh. Saya menjadi sedikit takut dengan kata "nikah". Saya benar-benar takut jika menikah dengan pria yang tidak tepat. Para pria juga saya yakin memikirkan sosok istri yang tepat untuk dirinya kan?


Nah kalau saya pikir-pikir..
Kriteria pria yang tepat seharusnya seperti ini:
1. Baik.
Nah disini sepintar-pintarnya si wanita juga untuk melihat karakter si pria secara mendalam. Sering kali wanita menganggap "baik ko cowo saya.." atau segala macam perkataan. Tapi yang namanya lagi jatuh cinta biasanya buta, ya ga? Jangan cuma melihat sisi baiknya, coba pertimbangkan sisi buruknya juga apakah bisa kamu tolerir ketika nanti sudah menjalin hubungan serius. Lihat juga sikap dia ketika sedang dilanda emosi negatif (apakah dia bakal kasar atau tidak). Lihat juga ketulusan dia, disini memang harus lebar-lebar untuk membuka mata hati dan petunjuk sama Allah, jangan sampai dia hanya baik karena ada sesuatu yang diincar dari dirimu.

2. Setia.
Ini juga harga mati. Jangan pernah mentolerir sebuah perselingkuhan. Kalau dia sudah ada tanda-tanda selingkuh seperti ini akan sangat sulit untuk berubah. Jangan pernah berpikir "pasti dia berubah kok nanti" satu kata: TIDAK! Tidak akan pernah berubah jika sudah tabiatnya seperti ini. Tidak akan berubah jika tidak niat dari hati untuk bertobat. Berhentilah sok menchallenge diri anda untuk merubah sosok pasangan menjadi lebih baik, karena itu bukan tugas anda, sosok pasangan yang baik itu adalah tanggung jawab dirinya sendiri membentuk karakter yang baik. Sayangi diri anda.. sayangi hati anda.. jauhi dari luka.. anda pantas mendapat pasangan yang lebih baik.

3. Sayang dengan dirimu dan keluargamu.
Kamu menikah itu bukan hanya tentang kalian berdua saja, tapi 2 keluarga juga menyatu. Nah antar keluarga juga harus saling sayang dan menerima. Karena juga sering kali konflik rumah tangga berawal dari sini. Semoga mertua kita kelak adalah sosok orangtua kedua kita yang baik dan bisa menerima kita seperti anaknya sendiri ya Aamiin..

4.  Dapat membimbingmu dengan baik.
Semoga kita adalah golongan manusia yang juga menemukan kriteria ini di dalam diri pasangan. Sebagai manusia pasti tidak sempurna, nah ketidaksempurnaan itu bisa dipoles dengan bimbingan pasangan untuk menjadi lebih baik. Itupun juga harus membimbing dengan cara yang lemah lembut. Bisa saling melengkapi apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan kita.

5. Bisa mengayomi keluarga.
Sebagai kepala keluarga memang sudah menjadi tugasnya mengemban tanggung jawab ini. Berat pasti untuk bisa menjadi seorang kepala keluarga yang bisa mengayomi keluarganya. Tapi inshaAllah ya kalau niat dari hati mah bisa kok.

6. Dia adalah orang yang tepat buatmu.
Mintalah orang yang tepat, bukan yang terbaik. Karena apa? Yang terbaik belum tentu menjadi orang yang tepat buatmu. Manusia pun tidak ada yang sempurna, manusia yang terbaik sejagat raya ini pasti tidak ada, percayalah, karena tidak ada yang sempurna selain Allah.

7. Dia yang bisa menjadi temanmu disaat suka dan duka, menjadi teman baik juga untuk berdebat, bisa seiring dan sejalan. Tidak harus setamvan jefri nichol atau sehensem lee min ho, yang penting dia bisa menjadi penyejuk hati anda.

Kadang juga terpikir sih, saya menginginkan kriteria yang seperti itu, berarti saya pun juga harus bisa mulai belajar untuk menjadi kriteria wanita yang bisa sesuai dengan itu. Saya ingin suami saya kelak tidak menyesal telah memilih saya sebagai pendamping hidupnya, tapi saya juga sadar kalau saya masih banyak kurangnya dan masih perlu dipoles.

Bagaimana kalau sekarang loncat ngomongin karir, karena biasanya jodoh ada kaitannya nih sama karir. satu hal tentang karir wanita. Ini sering terdengar di telinga nih. Bahwa kalau wanita yang memiliki karir bagus bakal sulit dapat jodoh. Itu hanya mitos sih sebenarnya.

Kenapa begitu? Karena kalau kamu berpikir terus seperti itu, kamu tidak akan bisa maju. Sebagai wanita juga wajib berprogress dalam hidupnya. Tidak perlu takut, justru jodohmu inshaAllah akan setara denganmu dan bisa lebih baik dari itu. Lagi pula kamu jadi bisa membantu perekonomian keluarga kan? Minimal bisa berdiri dibawah kakimu sendiri.

Lalu wanita yang bagus dalam hal karir juga perlu memiliki kehati-hatian disini. Mungkin ada yang bilang: "kalau kamu jadi ini pasti cowo banyak yang ngejar". Nah untuk menanggapi hal ini, pilihlah dia yang mau berjuang bersama denganmu, bukan yang hanya datang ketika kamu sudah sukses. Itu balik lagi ke kriteria pria yang sudah saya bahas diatas. Kalau begitu artinya pria itu hanya memanfaatkan dirimu saja dan tidak tulus. Terkadang ada tipe laki-laki yang mengejar wanita-wanita dengan karir bagus tapi hanya modal modus demi mendapatkan keuntungan.

Pria itu bakal jadi kepala keluarga, dia harus lebih baik dari wanitanya, jangan mau dengan pria yang hanya bisanya bergantung kepada wanita. Oh iya maaf agak melenceng bahasannya.. kalaupun wanitanya nanti jadi ibu rumah tangga juga tidak ada masalahnya kok, tidak ada salahnya mengemban pendidikan tinggi akhirnya menjadi ibu rumah tangga juga tidak berdosa kok, justru ilmu yang di dapatkan bisa anda kasih untuk mengurus anak ya kan?

Pasangan memang harus bisa saling berkerja sama untuk bisa saling berkomitmen dan saling membantu, tapi balik lagi.. akal sehat harus digunakan. Kalau dia belum menjadi pasangan yang sah kepadamu, berikan bantuan sekedarnya aja kalau memang ingin membantu. Jangan sampai kelewat bucin. Apalagi kalau sampai ada tindak kekerasan karena pemaksaan sesuatu, itu tidak baik. Kalau udah sah juga bukan mikirnya mau memanfaatkan pasangannya saja ya tapi kalian dituntut untuk bisa saling bekerja sama. Konsep pasangan memang saling memberi dengan tulus tanpa harus diminta.

Tolonglah.. menjadi wanita jangan bucin-bucin amat, pria juga sih, ah pokoknya kalau belum sah jangan bucin-bucin amatlah. Saya sudah kapok berbucin-bucin sama pria yang bahkan tidak bisa memberikan keseriusan buat saya. Tolong dong.. akal sehat tetap dijaga untuk urusan cinta. Jangan mau dibodoh-bodohin, diberikan janji-janji palsu, kata-kata manis atau hal lainnya. Jika ada yang berani modus juga harus dilihat ada niat apa di baliknya, karena yang namanya lagi dimabuk cinta mah semua yang terlihat itu baik, seakan semua indah sempurna, seakan dunia milik berdua. Tidak begitu konsepnya! Nanti ketika sudah menikah itu akan berbeda.. percayalah.

Kebayang gak? Kalau sebelum nikah aja sudah seperti itu bagaimana kalau nikah? Nikah itu cobaannya banyak gais.. jangan lu kata cuma enak enaknya doang. Nikah itu bagaimana sepasang manusia tidak pernah saling meninggalkan disaat suka dan duka, tidak akan pernah mengkhianati pasangannya, saling menjaga kepercayaan, saling bekerja sama ketika ada suatu problem menimpa.

Ada sebuah cerita..
Hiduplah dua sejoli yang sudah bertunangan namun belum menikah, dan salah satu pasangannya selingkuh ketika sedang renggang. Sudah gitu selingkuhannya gak tau diri pula tetap menghancurkan hubungan.

Jujur saya sedih dengan cerita ini.. mereka jauh lebih beruntung karena sudah bertemu dengan someonenya, bahkan sudah mau menikah.

Sedangkan diri saya sendiri? Bahkan saya tidak tau jodoh yang saya nantikan ada dimana sekarang.. saya tidak tau siapa orangnya.. saya menanti seseorang yang bahkan saya tidak tau bentuknya seperti apa. Cuma bisa berdoa Allah memberikan skenario terbaik-Nya untuk saya.

Sedih banget.. saya miris.. sangat ironi.. mental seperti itu masih jauh dari kata pantas untuk menikah, bagaimana pantas jika masih seperti itu? Sudah mau menikah tetapi sikap masih seperti orang pacaran jaman labil di sekolah, basi tau gak!

Harusnya bisa memperbaiki diri dahulu untuk bisa siap menuju jenjang yang serius. Pernikahan bukanlah permainan. Semoga kita dihindarkan dari pernikahan yang prematur. Usia kronologis bolehlah sudah cukup untuk menikah, tapi usia mental masih jauh dibawah itu, akan sangat berbahaya untuk kehidupan pernikahan. Lebih baik sesuaikan dahulu lah usia mentalnya agar bisa benar-benar siap dalam menjalani kehidupan pernikahan.


Oh iya ada mitos nih.. kalau jari kelingking seorang pria cocok dengan jari manis wanitanya itu jodoh wkwkw, nah saya penasaran sih sebenarnya ini mitos benar atau tidak. Boleh dicoba tuh wkwk. Semoga kita bisa menikah hanya dengan satu orang yang tepat selamanya ya.. Aamiin..

PARFUM ENAK WOYYYY!!!

Hey hey halo halo halo 💃 Gw pengen ngasi tau parfum yg enak bgt yaampoen sungguh secinta itu gw sm parfum ini. Wangi yg entah kenapa gw can...