Tampilkan postingan dengan label bincang-bincang hangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bincang-bincang hangat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juli 2021

Suatu Pandangan atas: "Prinsip Balas Budi"

Haloooooo semua~

Waahh sudah lama syekaliii ku tidak menulis blog, entahlah.. sepertinya diriku terlalu sibuk atau emang lagi gaada inspirasi nulis aja *plak wkwkwkw. Ya maklum banyak tugas negara yang kudu diselesaikan wkwk. Dan sesuai dengan namanya kita akan membahas soal prinsip balas budi.

Okayy.. ada yang tahu apa itu prinsip balas budi? apakah kita harus membalas perbuatan yang dilakukan si budi? yang pasti ini tidak ada kaitannya dengan orang yang bernama budi, karena gue juga gak punya kenalan yang bernama budi. #iniapasihjaz. Ya pokoknya begitulah ya.. masa iya sih gak ngerti prinsip balas budi, pasti udah pahamlah ya gaperlu dijelasin.

Jadi apa pentingnya sih jaz lo ngebahas ini?

Jelas ini penting, karena gue sering mendengar orang berkata "padahal selama ini gue selalu bantu dia, kok giliran gue butuh dia gak bantu". Jadi masih banyak orang salah kaprah terkait sebuah kebaikan yang diberikan kepada orang lain harus dibalas pula oleh orang tersebut. Sebenarnya balas budi itu sah-sah saja sih, tidak ada yang melarang. Tapi jika mengharapkan orang lain membalas budi yang sudah kita berikan itu tidak baik, kenapa? karena sudah pasti itu semua akan membuat hati dongkol disertai rasa kecewa yang tidak kunjung hilang.

Ini sangat erat kaitannya dengan prinsip keikhlasan, okay.. gue pun masih jauh dari kata baik kok, gue pun merasa ikhlas itu emang sulit dilakukan, tapi tidak ada salahnya untuk selalu kita coba kan? intinya berlatihlah agar terbiasa.

Sekarang akan gue jabarin lebih dalam lagi.

Banyak banget gue menemukan orang yang baik di awal doang, dan biasanya orang tersebut baik karena ada sebuah pengharapan bahwa suatu hari orang tersebut akan melakukan hal yang sama dengannya secara timbal balik. Kalau bahasa kasarnya mungkin ya "baik kalau ada maunya doang". Giliran orang tersebut tidak melakukan apa yang diharapkan, lantas langsung menyesal pernah baik kapadanya, lebih parahnya jika orang tersebut langsung anda maki-maki atau mengghibahinya kepada orang lain lagi. Tapi ya bukan berarti jika kita ditolong orang kita santuy-santuy saja, minimal menghargai dengan mengucapkan "terima kasih", dan satu hal nih.. tidak perlu bilang: "maaf ya merepotkan", entahlah kalimat maaf seperti itu seakan-akan kaya ada rasa bersalah gitu, jadi gunakan kata maaf ditempatnya ya wkwk. kalimat "terima kasih" lebih terkesan mengapresiasi apa yang dilakukan orang lain untuk kita. 

Nah coba deh biasakan untuk baik kepada orang lain karena murni dari hati ingin membantu orang tersebut, bukan karena mengharapkan sebuah imbalan. Gini deh.. gue percaya setiap rezeki sudah diatur tidak akan pernah tertukar dan Allah tuh udah mengatur darimana datangnya rezeki kita. Jadi.. semisal kamu membantu si A nih, dan ketika kamu butuh sih A ternyata si A malah gaada, yaudah.. kenapa kamu lantas jadi memaki-maki si A? toh kalau pun si A tidak membantumu atau tidak ada disaat kamu butuh, Allah datangkan si B atau si C dan lain sebagainya kepadamu untuk membantu. Betul gak? paham kan ya sampai sini? semua akan berjalan seperti roda bung, tidak stuck disatu titik saja.

Terkadang pernah gak sih kalian mendapat pengalaman ditolong atau diberikan sesuatu oleh orang yang bahkan kalian tidak pernah duga sebelumnya? gue ambil sebuah kisah real dari temen gue di SMP dulu ya, yang masih gue inget sampai sekarang. Dia pernah cerita gini "Jaz, aneh deh masa temen sekelas gue si X ngasih gue kado ulang tahun, padahal gue sama dia ngobrol aja gak pernah dikelas, terharu masa gue." Nah gitu maksudnya.. ya singkatnya banyak jalan menuju roma, jika tidak bisa lewat jalur zonasi masih ada jalur prestasi(?) *mohon maaf dikira PPDB kali ah.

Oh iya, balik ke kisah awal yang kamu membantu si A tapi si A gak balik membantu, tidak perlulah kalian sampai dendam kusumat gara-gara hal seperti itu. Mari kita berpositif thinking.. mungkin saat itu memang si A sedang tidak bisa membantu, entah mungkin uangnya kurang atau tenaganya kurang atau memang yang kamu butuhkan si A tidak punya dan apapun itu. Ingatlah si A juga punya kepentingan. Come on!! hidupmu bukan tentang si A saja kan? ngapain pusing-pusing mikirin kenapa dia gak ada disaat lo butuh, mending lo cari bantuan lain, lebih baik begitu kan? 

Makanya itulah kenapa gue paling males minta tolong sama orang, bukan karena gue sombong tidak butuh orang lain, tapi seringkali orang yang membantu gue akan mengungkit kebaikan yang sudah ia lakukan ke gue. Toh, gimana ya.. gue juga manusia biasa, bukan malaikat juga, kan tidak setiap orang yang butuh bantuan gue bisa gue tolong. Kalau bisa mah ayo kalau enggak bisa kan gak mungkin gue memaksakan diri, karena gue manusia jadi gue pun terbatas. Jadi mohon maaf bagi yang pernah ngebantu gue tapi gue belum pernah membalasnya, terima kasih sudah pernah ada dan membantu, semoga aja aja urusanmu dipermudah entah denganku atau tidak denganku. Makanya kadang kalau bisa gue lakuin sendiri, ya sendiri aja, kita gak pernah tau hati orang.

Ada juga orang yang bertahan dekat dengan seseorang, hanya karena lo berpikir "takut suatu hari butuh". Ini prinsip apaan sih? berarti lo dekat sama dia gak tulus atuh kalau lo ujungnya cuma mikirin kebutuhan lo aja. Kalau orang tersebut memang toxic dan lo gak sanggup bersama dia, ya jangan terus-terusan bersama dong, lo berhak untuk bebas dari rasa sakit, berbahagia dengan orang yang bisa lebih cocok denganmu. Tidak masalah. Justru masalah-masalah akan makin rumit jika terus-menerus berputar dalam lingkaran setan.

lingkaran setan


Eh! tau gak sih? gue tiba-tiba keinget, dulu ada temen SMP gue, gak deket banget sih, udah bertahun-tahun gak denger kabarnya tapi anehnya suatu hari dia ngeadd gue di salah satu sosmed dan dia ngirim pesan ke gue, setiap hari dia selalu ngechat gue bilang gini pula "halo ijaz selamat pagi, selamat siang, selamat malam, lagi ngapain nih? gimana hari ini" anjirrrr padahal dia cewe, gue kan jadi gimana gitu ya.. aneh aja gue sama sahabat gue aja gak pernah begitu dan bagi gue itu sangat menjijikan, ya gue jawab sewajarnya aja, gue nganggep mungkin mau temenan aja, eh ternyata ujungnya dia mau minjem duit gue, gak main-main pulaa dia mau minjem..... Pokonya banyak dahh! aduh sudah gila emang. Jelaslah gue langsung menolak, gue mohon maaf gak bisa bantu, karena saat itu gue pun masih kuliah, duit masih dari ortu dan uang jajan gue aja pun gak banyak, yakaliiii gitu loh, lagian dia juga bukan sahabat gue, meskipun sahabat gue kayanya gak mungkin minjemin sebanyak itu, ngeri bos! gak semua orang sadar diri akan pengembalian utang. Daannnn lo tau gak? gue dimaki-maki sama dia, dia ngechat gue gini "diiih ijaz kok tega, ijazz jahat ihh" abis itu langsung gue block orangnya wkwkw. Setelah itu setiap ada sosmed dia ngeadd gue, gak pernah gue ladenin. Gak ngerti lagi gue, dikira gue gudang duit apa, dikira gue istrinya jodante apa ya yang tajir melintir. Maksudnya apa coba? jadi tiap hari ngechat gue ngebaik-baikin gue mau minjem duit, dia ngechat kek gitu aja gue jijik jirrr, soalnya kan cewe, kalau cowo sih gapapa *plak wkwkwk, bukan apa-apa kirain kan belok gitu, kalaupun dia cowok juga soal duit gak bakal gue pinjeminlah, aku kan pelit wkwk. yaudah pokonya itu gue just sharing aja ya. Keluar topik gak sih? wkwk.

ini loh jodante yang tajir (nonton penthouse makanya)
yaampun tampan juga jodante ini


Akhir kata dari gue bilang coba biasakan ikhlas deh, sama saja kaya kalau kalian menyiram tanaman memang kalian minta imbalan ke tanaman buat ngebantuin kerjaan kalian? kan engga.. Kalau kalian ngasih makan binatang emang kalian bakal berharap itu binatang bisa ngebantuin kalian nyuci piring dan nyuci baju? kan tidak juga wkwk. Yuk kita biasakan ikhlas~ 

Okay deee, terimakasih sudah membaca tulisan amburadul ini dengan baik, bermanfaat gak sih? wkwkw ya semoga saja lah ya..



Sabtu, 19 September 2020

Bahas Tentang Isu "Bunuh Diri" - You Are Not Alone

Hallo Assalaamu'alaykum gais 👋

Jadi kemaren gue habis ikut webinar psikologi tentang Bunuh Diri. Disana membahas faktor-faktor penyebab seseorang ingin bunuh diri, gejala/tanda-tanda seseorang ingin bunuh diri, cara kita sebagai orang yang menghadapi orang lain yang ingin bunuh diri.

Ini webinar yang gue maksud:

Dibahasan ini bakal gue tambahin bumbu sedikit, karena gue juga berkecimpung di dunia Psikologi kan, jadi ya ada sedikit info yang gue selipin juga buat menambahkan.


Nah cus lah yuk kita bahas!


Pertanyaan untuk membuka materi, kenapa seseorang terpikir untuk bunuh diri?

♡Faktor yang menyebabkan seseorang ingin bunuh diri:

1. Gangguan mental 》Berkontribusi sekitar 46-74% meskipun banyak faktor lain yang juga bisa mendukung keinginan untuk bunuh diri. Macam-macam gangguan mental yg dimaksud ini: depresi, gangguan kepribadian, gangguan makan.

2. Riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya 》biasanya orang yang sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri akan sangat beresiko untuk mengulangi perbuatannya tersebut. So.. hati-hati ya.. lihat orang-orang sekelilingmu. 

3. Karakter kepribadian 》 impulsif, sulit mengelola emosi, kurang memiliki keterampilan problem solving

4. Keluarga 》 riwayat gangguan mental (faktor keturunan) atau konflik di dalam keluarga

5. peristiwa dalam kehidupan 》 stress negatif yang dimiliki dan adanya konflik dengan orang lain (bullying, kekerasan, toxic relationship), merasa galau yang parah

6. Kondisi medis 》 punya penyakit kronis

7. Ikut-ikutan trend 》 pemberitaan tentang bunuh diri yang viral memacu para netizen untuk menirunya.


♡Gejala ingin bunuh diri:

1. Berbicara "ingin mati" 》 ini adalah kalimat pertanda orang tersebut ingin memgeksekusi rencana bunuh dirinya. tolong jangan diabaikan dan diremehkan apalagi dijadikan bahan bercandaan.

2. Mencari cara dan alat untuk bunuh diri

3. Berbicara keputusasaan, perasaan terjebak, atau rasa sakit yang tak tertahankan

4. Merasa menjadi beban bagi orang lain, merasa masa depan itu suram gak ada titik terangnya

5. Bisa jadi akan menggunakan alkohol atau narkoba

6. Merasa cemas dan gelisah

7. Gangguan tidur (terlalu banyak atau sedikit)

8. Menarik diri, merasa harga diri rendah

9. Menunjukkan kemarahan dan ingin balas dendam

10. Perubahan mood yang ekstrim. Murung, hilang minat, mudah lelah, kecemasan berlebihan, gangguan konsentrasi



♡Hal yg bisa dilakukan ketika merasa sakit secara emosional:

1. Cobalah untuk mengingat bahwa pikiran "ingin bunuh diri" hanyalah sebuah pikiran yang tidak mesti dilakukan. Mencoba untuk lebih bersahabat dengan emosi (emosi positif maupun negatif), kenali emosinya lalu lebeli atau beri nama emosinya (misal: ini gue marah) lalu akui emosinya (misal: oke sekarang saya sedih, saya kecewa, saya marah, dll) lalu realease dan terima emosi itu (misal: oke gak papa.. wajar kok gue sedih bla bla)

2. Menyingkirkan benda-benda yang berbahaya

3. Buatlah "distraction box" 》 ibarat mengingat-ingat hal-hal baik atau pencapaian-pencapaian baik atau orang-orang yang mencintai kita yang ada di dalam hidup kita untuk memperbaiki suasana hati. Karena pernah ada kasus yang sudah mengeksekusi perbuatan bunuh dirinya lalu ketika mulai sekarat dia malah menyesal.

4. Cukup istirahat, makan, olahraga. Bisa jadi ambil cuti biarkan diri untum rehat sejenak. Tidak apa jika kamu harus rehat sejenak, tapi harus dikasih waktu mau sampai kapan, nanti ketika pulih bisa kembali lagi deh. Oh ita hati-hati juga dengan dampak media sosial yang sering kali kita dibuat galau, seakan-akan semua orang hebat dan kita merasa insecure. Jika memang merasa begini lebih baik ditutup dahulu sosial medianya.

5. Hindari alkohol dan obat-obatan yang tidak diresepkan dokter. Jika harus mengkonsumsi obat-obatan perlu di konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter

6. Berbicara atau menghabiskan waktu dengan orang yang dipercayai. Hindari untuk curhat di sosial media. Mungkin memang curhat di sosial media akan cepat membuat lega dan cepat mendapatkan respon dari orang sekitar tapi itu akan membuat masalah yang kamu rasakan akan menjadi konsumsi publik, kita bahkan tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran orang lain mengenai permasalahan kita kan? Dan jangan sampai menyingung orang lain. Hati-hati dalam memposting sesuatu, hindari sindir menyindir.

7. Jika sudah urgent hubungi kontak layanan konseling

8. Buat jurnal untuk menuliskan pikiran dan perasaan setiap hari

9. Membaca kisah orang lain yang bisa survive dari belenggu keinginan bunuh diri untuk dijadikan inspirasi dan motivasi

10. Bersikaplah baik kepada diri sendiri (cintai diri sendiri)

11. Buat rencana pemulihan 》 mungkin bisa jalan-jalan atau melakukan kegiatan baik yang membangkitkan semangat, dll. Bergerak dan jadilah bermakna untuk orang lain.

12. Optimalisasi zona nyaman. Orang yang sedang kacau balau atau depresi jangan dipaksa untuk bisa keluar zona nyaman, karena jangankan keluar zona nyaman, di dalam zona nyaman pun dia merasa tidak nyaman. Nah cara untuk bisa nyaman di dalam zona nyaman setiap orang berbeda-bedanya ya.. jadi nyamanlah dulu di dalam zona nyaman itu. Bisa juga dengan tingkatkan spritualitas dan religiulitas


♡Bagaimana ketika ada seseorang yang ingin bunuh diri datang menghampirimu?

1. Tanyakan "apakah ada pikiran untuk bunuh diri?" Lagi-lagi gue ingetin kalau pertanyaan seperti ini sangat sensitif, tolong untuk bertanya dengan serius, isu bunuh diri bukanlah hal yang bisa dijadikan lelucon.

2. Dengarkanlah dengan penuh empati, perhatian, dan kasih sayang. Perlu ditekankan disini juga kita sebagai pendengar tidak boleh menghakimi apa yang dirasakan orang tersebut. Jangan meremehkan masalah orang lain dan juga jangan membesarkan masalah orang lain, standar masing-masing orang dalam melihat masalah itu berbeda.

Tahan sebisa mungkin nasihat-nasihat yang ingin keluar dari mulut, nasihat itu baik tapi tidak akan menjadi baik jika diutarakan di saat yang tidak tepat, karena orang-orang seperti ini hanya butuh untuk didengarkan. Oh iya tambahan dari gue: kalimat yang mengandung toxic positivity juga lebih baik dihindari untuk dilakukan di awal, kalau mau nyemangatin ketika sudah mendengarkan dia secara gamblang dan juga sudah terlihat mulai tenang, ini berguna untuk memberikan kesan "lo tuh gak sendiri". Ingat peran kita bukanlah seorang hakim.

3. Tidak semua cerita yang orang lain sampaikan harus diberikan jawaban, tidak semua orang bercerita ingin meminta solusi, balik lagi ke no. 2, terkadang orang-orang ini hanya butuh dipahami dan dirangkul.

4. Cobalah untuk tetap tenang dan bersikap positif. Ini penting ya.. terkadang terlalu over dalam bereaksi ketika mendengarkan cerita orang juga tidak baik.

5. Tidak memaksa seseorang untuk menceritakan masalahnya, bisa jadi belum nyaman, dan hanya butuh ditemani, ditemani pun bisa jadi sedikit membantunya. It's okay kan? Ya sadarlah.. bahwa ketika kalian sedang berbincang seperti itu kalian bukan berada di dalam acara gosip. Lalu jika sudah mulai terbuka untuk bercerita dan jika memang permasalahannya begitu krusial, perlu diberikan pengertian untuk bisa mengajak orang lain yang bisa dipercaya untuk berkolaborasi dalam membantu, berikan pengertian bahwa ini demi kebaikannya, dan ini dilakukan masih dalam ranah asas kerahasiaan (tidak melanggar asas kerahasiaan).
6. Jaga orang itu agar tetap aman, jauhi dia dari peluang-peluang untuk melakukan bunuh diri dan jauhi dari benda-benda berbahaya yang bisa menyakitinya. Lalu tanyakan keadaannya setelah krisis.
7. Usahakan untuk terhubung dengan orang yang dapat mendukung (keluarga, teman, rekan kerja, konselor, dokter, atau terapis, dll) untuk meminta bantuan.

Oh iya untuk kontak layanan bantuan bunuh diri di Indonesia jujur gue belum tau, jadi untuk kalian yang tau bisa tolong tuliskan di komen ya terima kasih.. siapa tau bisa membantu orang-orang yang memang sedang mencoba survive atau mungkin bisa jadi menolong orang yang memang sedang di datangi orang yang ingin bunuh diri.

Kalau ada yang mau ditambahkan silahkan saja tambahin di kolom komentar ya, siapa tau ada yang kelewat atau keliru atau mungkin masih kurang dalam memberikan informasi.
-oke ini gue edit tgl 20 september 2020, dan akhirnya gue menemukan kontak terapis (tenaga profesional), kebetulan gue ikut webinar lagi hari ini, nah ini ya kontaknya ada di foto, atau bisa DM @juwitavalen di instagram untuk diarahkan



Sedikit sharing aja, dulu gue juga pernah terpikirkan soal bunuh diri ini, dan hampir mengeksekusi perbuatan itu. Karena waktu itu memang gue lagi punya permasalahan di dalam hidup gue yang ngerasa buntu banget gitu loh. Sampai benar-benar merasa badan tuh jalan kemana-mana tapi jiwanya gaada, serius.. itu gak enak banget, ngerasa hidup tuh kek gaada artinya gitu. Nah beruntungnya gue dipertemukan sama dosen yang baik mau menolong gue, karena gue kuliah di jurusan bimbingan konseling artinya dosen gue pun adalah seorang konselor. Disanalah gue mulai mencoba healing. Dan itu awalnya berat gais.. dimana lo harus mengungkap luka-luka yang selama ini lo pendem dan abaikan. Pernah hampir menyerah, bahkan disaat proses konseling. Gue pernah mikir "ini ada gunanya gak sih?" Tapi ada salah satu sahabat gue yang mendukung gue buat melanjutkan proses konseling itu. Alhamdulillahnya gue sekarang sudah jauh lebih baik, lebih aware sama diri sendiri, lebih sayang sama diri sendiri, meskipun ya yang namanya perasaan negatif sering kali masih hadir, tapi ya wajar kan namanya juga manusia namanya juga hidup. Jadi nikmati saja perasaan negatif atau positif yang dirasakan saat ini memang harus lebih diperhatikan.

Untuk kalian yang lagi mencoba untuk melewati masa-masa sulit, semangat ya.. semoga kalian bisa melewati masa-masa sulit di dalam hidup kalian, semoga pundakmu dikuatkan, dan pikiranmu di jernihkan. Aamiin..

Oke segitu saja dari gue.. kurang lebihnya mohon maaf semoga bermanfaat..

Wassalaamu'alaykum~
Sampai jumpa di postingan gue selanjutnya.

Selasa, 08 September 2020

Lika liku persahabatan

Sepertinya hubungan persahabatan itu tidak akan mungkin tidak pernah bermasalah kan ya? sedeket apapun lo sama sahabat lo biasanya bakal ada aja ujiannya, kadang tuh cuma hal sepele kan yang membuat lo sama sahabat lo harus mengambil jarak untuk sementara waktu? Bahkan kadang cuma masalah miskomunikasi aja kan akhirnya jadi kesel-keselan?


Kadang ada suatu kondisi dimana lo sebenernya gak berniat buat bikin kesel sahabat lo, eh tapi ternyata kita ngeselin bagi dia. Atau kadang karena bingung menjelaskan hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat akhirnya menjauh begitu aja tanpa ada kalimat embel-embel yang menyadarkan kalau pendapat bisa saja berbeda.


Perbedaan pendapat itu wajar kok, hanya saja kalian harus bisa saling terbuka aja, katakan aja apa yang memang berbeda, yang pasti dengan ucapan yang baik dan tidak menyinggung perasaan. Perlu memang melatih diri untuk bisa lebih asertif.


Kadang gua suka heran.. anak kecil aja bisa sebegitu pemaafnya kepada orang lain, tapi kita sebagai orang dewasa sering kali memiliki jalan pikiran yang lebih rumit dari apa yang dipikirkan. Sesimple itukah anak kecil? Sesuci itukah hatinya? Semurni itu kah kasih sayangnya? Sebagai orang dewasa kadang gua malu sudah tidak bisa seperti itu.


Percayalah.. yang namanya persahabatan sejati, tidak akan menjatuhkan sahabatnya demi kepentingannya sendiri. Persahabatan sejati tidak akan memiliki niat sedikit pun untuk menikam sahabatnya dari sisi mana pun. Pernah kepikir gak? kok sahabat bisa melakukan hal itu sih? Ya bisa.. mungkin salah satu penyebabnya dari masalah ini adalah rasa iri-irian. Itulah yang sering membuat semuanya jadi hancur berantakan. Hmm.. sebenernya rasa iri mah manusiawi sih.. tapi sepinter-pinternya lo deh buat mengelola rasa iri itu, jangan sampe menyakiti orang lain. Kalau udah nyakitin kek begini.. bisa menjadi hubungan persahabatan yang beracun atau kalau bahasa gaulnya "toxic" wkwk.


Sebagai orang yang bukan anak kecil lagi, memang gak bisa dipungkiri ada aja orang yang kadang tega kan? Kalau begini mungkin memang lebih baik to say good bye aja sih, karena agak berbahaya juga kalau bersahabat dengan orang macem gini. Tolong jaga ia yang memang tulus sama lo.. itu akan jauh lebih baik ketimbang harus memaksakan diri dengan orang yang memang gak sejalan sama lo.


Kalau kamu sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi sahabatmu, terus lo lagi dirundung dengan permasalahan kecil semacem miskom tadi tuh.. pun gue rasa perlu untuk dikomunikasikan dengan lebih bijaksana agar persahabatan kalian terus langgeng dan tak lekang oleh waktu.


Nb: ditulis berdasarkan pengalaman masa lalu dan pengamatan di lingkungan sekitar

Sabtu, 18 Juli 2020

Makna kehidupan

Berbicara soal kehidupan, tidak akan jauh dari berbicara akan konsep keTuhanan.

Pernahkah kau bertanya-tanya apakah Tuhan itu ada atau tidak? Dahulu saya pernah mempertanyakan hal ini pada diri sendiri.. dan sekarang saya tahu jawabannya.. bahwa Tuhan itu ada. Memang perlu proses panjang untuk menemukan makna dari Tuhan itu sendiri.

Tahukah kalian akan konsep bilangan real dalam matematika? Dimana bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional. Nah sama seperti hidup kita.. ada hal-hal yang bersifat rasional dan irrasional, tak perlu panjang-panjang ya untuk di jabarkan.. kalau hal-hal rasional semua kejadian yang bisa dengan mudah kita nalar, lalu hal-hal irrasional ini bisa dikaitkan dengan konsep keTuhanan, karena tidak bisa dipikirkan oleh logika semata cuma hati yang bisa merasakan.

Di dalam hidup banyak hal-hal yang bisa terjadi tanpa bisa kita kontrol. Ada hal menyenangkan hingga menyakitkan yang terkadang bisa terjadi begitu saja tanpa bisa diduga. hal yang menyenangkan dan menyakitkan itu bisa juga menjadi ujian buat kita.

Dimana ketika kita mendapatkan anugrah dari Yang Maha Kuasa.. saat itu Allah menguji.. bisakah kita diberikan kepercayaan untuk mengemban kebahagiaan tersebut tanpa melupakan-Nya? Atau jangan-jangan justru kita lupa bahwa apa yang terjadi semua adalah atas izin Allah? Hal yang menyenangkan pun bisa menjadi cobaan, dimana kita diliat sejauh mana bisa amanah dalam mengemban kebahagiaan.

Cobaan selanjutnya adalah ketika mendapatkan hal-hal menyakitkan. pernahkah kalian justru menghardik Tuhan dan menyalahkan-Nya? Pernahkah kalian merasa hidup ini tidak adil. iya saya pernah merasakan hal ini kok.. 

Tapi tahukah kamu?
Kalau Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Allah memberikan kita cobaan untuk menguji sejauh apa kesabaran kita. Terkadang Allah memberikan kita ujian agar kita bisa berbenah diri, bisa refleksi diri, bisa mengambil hikmah yang terjadi atas semua hal yang didapatkan.

Cobaan yang kita dapatkan adalah cara Allah untuk mengangkat derajatmu.. Allah memberikan cobaan untuk mengajarkanmu arti kehidupan. Mungkin Allah ingin mengajarkanmu untuk lebih memiliki belas kasih kepada sesama dengan cobaan yang diberikan kepadamu.

Singkatnya begini.. ketika kamu berada di titik tidak mempunyai apapun, lalu kamu melihat ada orang lain yang kesusahan, coba tempatkan dirimu di tempatnya, apa yang kamu rasakan? Pasti kamu akan berkata di dalam hati "aku ingin membantunya" karena kamu tahu sakit rasanya jika tidak ada yang membantu ketika kita sedang berada di dalam kesulitan.

Atau..
Ketika kamu disakiti oleh seseorang, pernah tidak kamu berkata dalam hati seperti ini "aku tidak akan berbuat seperti itu kepada orang lain"? Karena kamu tahu rasanya disakiti. Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil ketika kamu mendapatkan hal-hal yang tidak menyenangkan dari orang lain. Apa jangan-jangan kamu berpikir begini "kalau saya tersakiti, orang lain juga harus tersakiti"? Nah pikiran seperti ini tidak baik ya.. ini namanya balas dendam. Biarkan sistem karma bekerja dengan sendirinya. Kita tidak punya hak membalas perbuatan keji orang lain yang pernah dilakukan kepada kita.

Pada dasarnya Allah menciptakan manusia memiliki tujuan tertentu. Apakah kamu bisa taat di jalan-Nya atau justru melenceng dari jalan-Nya? kamu bisa memilih ingin menjadi seseorang yang menginspirasi kebaikan kepada orang lain atau kamu ingin membawa cobaan menyakitkan kepada orang lain? Semua pilihan ada di tanganmu. Yang pasti ingatlah.. bahwa hukum karma itu berlaku, entah itu karma baik atau buruk. Saya percaya dengan konsep apa yang kamu tabur adalah apa yang akan kamu tuai.

Saya pernah mendapat insight dari konselor saya bahwa kita harus mencari tujuan hidup kita, temukan makna "kenapa saya di lahirkan?" kita hidup bukan hanya tentang diri kita sendiri tapi juga tentang orang lain, bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain, bagaimana kita bisa menjadi seberkas cahaya meski di dalam kegelapan. Hal itu membuat saya sadar.. kalau hidup ini tidak bisa egois hanya mementingkan keinginan diri. Tapi kita juga harus mencintai diri kita sendiri, self love tidak sama dengan selfish.

Katakan ini kepada dirimu sendiri ketika kamu sedang ditimpa masalah: "kamu itu sebenarnya hebat! Kamu sudah bisa melewati banyak hal menyakitkan, ayolah! Bangkit! Kamu boleh bersedih, kecewa, marah, takut, dll tapi kamu tidak boleh kalah dengan itu" Lakukan healing sesering mungkin, catat hal-hal yang bisa kamu syukuri di dalam hidupmu. Dan yang pasti kita juga tidak lupa untuk mencintai Pencipta kita.

Coba kita lihat kehidupan ini dari kacamata kesederhanaan, pada dasarnya kita juga tidak diperbolehkan untuk hidup bermewah-mewahan dan berlebih-lebihan, konsep kesederhanaanlah yang mengajarkan kita untuk bisa berbelas kasih kepada sesama makhluk. Konsep kesederhanaan ini juga bisa mengajarkan kita untuk tidak bersifat egois. Semoga Allah selalu bisa membuat kita merasa cukup dan merasa bersyukur atas segala keberkahan yang sudah diberikan-Nya.

Saya rasa makna hidup itu luas ya.. saya yakin semua orang pun punya prosesnya masing-masing dalam menemukan makna hidup. Hati dan otakmu adalah kunci dalam menemukan makna hidup. Yang pasti.. setiap kejadian yang terjadi di dalam hidupmu pasti punya makna, mungkin Allah ingin menegurmu untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dan bisa menjadi titik balik untuk bisa lebih dekat dengan-Nya.

Dari perjalanan hidup kita, mungkin itu cara Allah menunjukkan orang-orang yang tepat untuk bersama dengan kita dan mana orang-orang yang tidak tepat bersama dengan kita. Yakinlah bahwa Allah bisa menjadi penyelamat dalam hidupmu.

Jadi apa makna hidup versimu?




Selasa, 14 Juli 2020

Dunia dalam Genggaman


Di zaman yang serba digital dan serba canggih ini serasa dunia berada di dalam genggaman ya~

Mungkin memang belum semua orang menggunakannya, tapi sebagian besar orang di dunia ini menggunakannya kan? Secara udah makin modern aja peradaban ini. Bahkan seringkali kita tanpa sadar menjadi makhluk yang paling lengket dengan teknologi. Sosial media, games, bacaan-bacaan digital, dan lain sebagainya bisa dengan mudah diakses.

Mau tidur setel alarm make HP, bangun tidur matiin alarm liat HP, ya gitu aja teros~ jadi inget lagu: aku mau makan ku ingat kamu~ aku mau tidur juga ingat kamu~ (ya ketauan tuanya dah gua).

Oke fokus! Teknologi pastinya ada plus minusnya kan?

sekarang gua bisa dengan mudah belajar memakai ebook (jurnal, modul, buku, novel, dll) tapi juga mata gua ini sering kali lelah, bahkan kadang jadi sakit kepala gitu loh. Gua sebenernya bukan orang yang kutu buku banget sih, bahkan gua sering banget ngantuk kalau baca buku wkwk tapi kalau main HP udah dah melek terosss. Gua kira dengan peleburan HP dan buku yang menyatu jadi satu menjadi e-book bisa membuat gua betah berlama-lama membaca buku tapi ternyata.. itu juga tidak ngefek buat gua, apalagi baca di HP cenderung lebih cepet bikin sakit mata (nah ini bisa dibantu makan wortel nih kek kelinci). Terus kebiasaan gua buat ngestabilo bagian penting juga tidak bisa dilakukan kalau buat e-book, walaupun bisa sih pake efek highlight (di PDF), tapi tetep aja beda rasanya. Jauh lebih bisa mengingat dan menangkap dengan membaca langsung dari buku. Dilain pihak teknologi memudahkan tapi dilain pihak juga radiasinya berbahaya belum lagi membuat jempol sakit karena kebanyakan ngetik (ya contohnya bikin postingan blog ini). Jadi setiap hal memang ada resikonya ya.. hmm..

Belum lagi terkadang peran teknologi ini bisa membuat yang jauh jadi dekat dan yang dekat jadi jauh (kayanya ini gua korban iklan deh wkwk). Seringkali kita lupa mensenyapkan HP kita sejenak buat menjalin relasi yang sesungguhnya ataupun buat ketentraman jiwa kita.

Semenjak ada pandemi Covid-19 ini juga pembelajaran dilakukan secara daring, tapi pembelajaran secara langsung masih tetep paling d'best. Ngerasa gak sih? Walaupun sekolah tuh suka mager tapi ternyata lebih mager lagi belajar dirumah, kek kurang aja gitu effortnya soalnya gua liatin ade gua jadi makin-makin aja merdeka kaga belajar gitu, ade gua aja ngoceh terus kalau lagi liat tv "ih kapan sekolah, bosen gua, makin bodoh aja gua dah" dan gua jawab "elu lagian di rumah kaga belajar, HP teross"(maapkeun ya gua omongin lu wkw). Tapi balik lagi sih ke tipe orangnya, kalau gua sih dulu justru kalau disekolah malah main giliran di rumah malah belajar. Aneh emang gua tuh. Soalnya di sekolah rame, bawaannya kan pengen ngelayap, boro-boro konsen belajar. Gua inget banget dulu pas jaman ujian, temen gua pada serius-serius amat belajar di sekolah, gua ma lirik kanan kiri nyari temen ngobrol, gua belajarnya udah dirumah soalnya jadi disekolah bebas. Sampe ada yang nanya ke gua "ijaz gak belajar?" Dan dengan santuy ku menjawab "udah dirumah, ga konsen gua belajar disini". #kokjadiceritakemanamana

Balik ke topik! Pandemi ini juga bikin ketemu teman jadi sulit, rasanya tidak cukup kalau cuma dari HP saja. Karena memang berbeda sih rasanya antara pertemanan via online dan offline. Kalau online tanpa offline kaya berasa rada fake aja gitu wkwk, iyalah~ apalagi zaman sekarang.. semakin banyak orang-orang jahat terselubung bisa mengintai tanpa lo tau, ngeri gasi?

Gua pernah baca wabtoon yang judulnya killstagram, memang itu agak horor sih tentang pembunuhan gitu, tapi dari situ gua jadi belajar juga kalau tidak semua hal bisa di sebar di sosial media, karena itu berbahaya. Oh iya btw.. gua memang rada seneng baca dan nonton film yang genrenya macem thriller misteri gitu, tapi please jangan negatif thinking dulu, gua bukan psikopat kok, sebel gua dah kalau ada yg komen "wah jiwa psikopat nih", ya tinggal lo pinter-pinter nyaring dah mana yang kudu ditonton mana yang tidak. karena.. selama lo bisa mengambil hikmah baik di dalamnya justru itu bisa membuka mata batin lo(?) #kokmatabatin, maksud gua mata hati deng wkwk, dunia ini itu sebenarnya kejam gais. Daripada nonton yg romance bikin potek aja karena di dunia nyata tidak seperti itu :")

Soalnya dulu sebelum gua baca dan nonton hal-hal begitu gua tuh polos banget, gua menganggap semua orang di dunia itu baik, ketika gua tau hal itu gua jadi mikir ternyata dunia ini juga banyak orang jahat yang perlu di waspadai, bahkan dengan orang terdekat aja kayanya harus waspada sih wkwk, pokonya pesen gua sih waspadalah! waspadalah! Ngeri ngeri ngeri bahkan kelakuan manusia sering kali jauh lebih jahat dari syaiton. Makanya kalau berdoa juga minta dihindari dari tipu daya syaitan dan manusia yang ingin mendzolimi, minta dilindungi pokoknya dah.


Semakin canggih teknologi semakin sulit menjaga privasi. Malah sering kali kita sendirilah yang mempublishnya. Ya gua juga masih begitu sih. Kadang nih ya kalau kaya liburan nih.. keknya gak afdol gitu kalau gak apdet. Bingung kan ya kadang.. dilain pihak keknya gak betul ni kelakuan eh tapi bisa jadi betul. Gitu dah jadinya.

Apalagi jiwa narsisistik kita yang sering bergejolak. Seakan dunia milik sendiri. Pamer ini itu. Wkwkw haduh tolong gimana ini kadang gua mikir sih kalau apdet ini dosa kaga ya. Misal salah satu contohnya.. dulu pas gua kerja gua apdet kerjaan gua, hmm.. bisa jadi ada manusia yang iri karena belum bekerja, iya kan? Pasti ada aja kan? Atau kadang nih apdet makanan eh bikin orang kepengen, keknya dosa lagi tuh gua. Bingung aing~

Terus kemarin lagi heboh kan tuh pasangan yang baru nikah, uwu banget kan ya? Aduh sumpah gua tu ngeliatnya kek hmm gimana gitu antara seneng tapi kok ya iri juga wkwk wajarlah ya iri dikit namanya juga manusya, kan bukan berarti gua ngerebut suaminya juga karna iri(?). Gua jadi mikir deh, ternyata kalaupun udah sah menikah pun bukan berarti semua bisa dipublish begitu saja ya, cobalah pikirkan perasaan kaum jombs ini~ wkwkw. Ya gak ada salahnya ngepost sih tapi juga jangan berlebihan(?) Iya tauk kok taukkk so swit iya.. tapi kan.. hmm.. haduh terkadang jiwa julid gua ini tidak bisa terbendung kan wkwk.

Apalagi ada beberapa couple yang katanya sih ngeshare urusan springbed juga. Paham kan ya? Ituloh milih merek springbed yg bagus dengan harga terjangkau dimana(?) *apasih. Kenapa gua bilang "katanya"? Karena gua belum menontonnya jadi gua gak tau benar atau tidaknya hal ini, gua cuma tau dari komenan orang di instagram yang bilang akun ini sering apdet itu. Ya gua mah nyimak aja ya sebagai netijen yg berbudi mulia(?). Nah apalagi urusan begitu ya.. bukannya apa-apa sih.. kan gaenak ya masa iya kek gitu dikasih tau ke orang-orang, emang gak malu? Udahlah simpen buat kalian aja dah jangan di umbar-umbar, biar apa sih? Bebas sih bebas.. pas udah sah.. tapi gak gitu juga konsepnya.. saking bebasnya bahkan lupa rasa malu.

Belum lagi kasus cyberbullying yang marak terjadi. Dimana orang sering sindir sana sini di sosmed. Nah itu juga kurang-kurangin yuklah.. selain tidak syedap dibaca juga bisa menyakiti hati.

Oh iya! Gua inget sesuatu. Gua sering liat di postingan ig yang curhat terkait cyberbullying yg dilakukan oleh pacarnya sendiri. Sering kan tuh kasus dimana cewe di suruh pap hal yang tidak senonoh buat cowonya, terus ujungnya pas putus diancam bakal di sebar. Itu juga gabaik ya gais.. itu udah masuk ke ranah toxic relationship atau bisa juga masuk ke ranah kekerasan dalam berpacaran (meskipun kekerasannya bukan dilakukan secara fisik, itu tetap kekerasan). lagian nih pesen gua udah lah nak sekolah aja yang bener dulu.. sumpah daripada nyesel seumur hidup lu, itu tuh kebahagiaan yang fana gais, lebih baik lu jomblo tapi berkelas daripada ingin mengumbar cinta yang tidak seharusnya. Masih jauh perjalananmu nak.. tolong ya dijaga dirimu baik-baik. Cinta itu berbeda dengan nafsu, jika memang dia cinta kamu dia tidak akan merusakmu, jika dia cinta kamu dia akan menjagamu, jangan pernah berdalih cinta hanya untuk berbuat maksiat.

oke menurut anda nih apalagi sih hal-hal yang perlu di kritisi dari teknologi? Mungkin ini gua bisa kasih infografisnya ya.

Sekarang gua kasih kesimpulan aja ya..
Di era yang serba digital memang semua jadi semakin mudah diakses tapi rentan kejahatan juga. Yuk lebih bijak memakai teknologi. Terus tolong lebih berhati-hati ya gais dalam mempublish sesuatu, bahkan lebih baik jika sosial media bisa digunakan untuk sharing ilmu. Publishlah sesuatu yang bermanfaat saja. Ini tulisan bukan cuma sekadar bacotan sih tapi juga pembelajaran khususnya buat diri gua sendiri dan para pembaca.

See you~

Kamis, 09 Juli 2020

Pandangan tentang "Menikah" (part 2)

(Warning! Tulisan ini untuk melengkapi part sebelumnya) Part 1

*Intermezzo dahulu*
Saya sebagai perempuan yang selama ini sudah mengarungi kehidupan selama 24 tahun lamanya jadi punya suatu pemikiran kriteria pria yang pantas menjadi pendamping hidup, ya walaupun saya single sejak lahir sih.. tapi pengalaman saya akan cinta juga tidak cetek-cetek amat, pengalaman akan hal menyakitkan yang pernah menghujam diri saya ini, membuat diri saya berpikir hal ini sangat jauh. Saya menjadi sedikit takut dengan kata "nikah". Saya benar-benar takut jika menikah dengan pria yang tidak tepat. Para pria juga saya yakin memikirkan sosok istri yang tepat untuk dirinya kan?


Nah kalau saya pikir-pikir..
Kriteria pria yang tepat seharusnya seperti ini:
1. Baik.
Nah disini sepintar-pintarnya si wanita juga untuk melihat karakter si pria secara mendalam. Sering kali wanita menganggap "baik ko cowo saya.." atau segala macam perkataan. Tapi yang namanya lagi jatuh cinta biasanya buta, ya ga? Jangan cuma melihat sisi baiknya, coba pertimbangkan sisi buruknya juga apakah bisa kamu tolerir ketika nanti sudah menjalin hubungan serius. Lihat juga sikap dia ketika sedang dilanda emosi negatif (apakah dia bakal kasar atau tidak). Lihat juga ketulusan dia, disini memang harus lebar-lebar untuk membuka mata hati dan petunjuk sama Allah, jangan sampai dia hanya baik karena ada sesuatu yang diincar dari dirimu.

2. Setia.
Ini juga harga mati. Jangan pernah mentolerir sebuah perselingkuhan. Kalau dia sudah ada tanda-tanda selingkuh seperti ini akan sangat sulit untuk berubah. Jangan pernah berpikir "pasti dia berubah kok nanti" satu kata: TIDAK! Tidak akan pernah berubah jika sudah tabiatnya seperti ini. Tidak akan berubah jika tidak niat dari hati untuk bertobat. Berhentilah sok menchallenge diri anda untuk merubah sosok pasangan menjadi lebih baik, karena itu bukan tugas anda, sosok pasangan yang baik itu adalah tanggung jawab dirinya sendiri membentuk karakter yang baik. Sayangi diri anda.. sayangi hati anda.. jauhi dari luka.. anda pantas mendapat pasangan yang lebih baik.

3. Sayang dengan dirimu dan keluargamu.
Kamu menikah itu bukan hanya tentang kalian berdua saja, tapi 2 keluarga juga menyatu. Nah antar keluarga juga harus saling sayang dan menerima. Karena juga sering kali konflik rumah tangga berawal dari sini. Semoga mertua kita kelak adalah sosok orangtua kedua kita yang baik dan bisa menerima kita seperti anaknya sendiri ya Aamiin..

4.  Dapat membimbingmu dengan baik.
Semoga kita adalah golongan manusia yang juga menemukan kriteria ini di dalam diri pasangan. Sebagai manusia pasti tidak sempurna, nah ketidaksempurnaan itu bisa dipoles dengan bimbingan pasangan untuk menjadi lebih baik. Itupun juga harus membimbing dengan cara yang lemah lembut. Bisa saling melengkapi apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan kita.

5. Bisa mengayomi keluarga.
Sebagai kepala keluarga memang sudah menjadi tugasnya mengemban tanggung jawab ini. Berat pasti untuk bisa menjadi seorang kepala keluarga yang bisa mengayomi keluarganya. Tapi inshaAllah ya kalau niat dari hati mah bisa kok.

6. Dia adalah orang yang tepat buatmu.
Mintalah orang yang tepat, bukan yang terbaik. Karena apa? Yang terbaik belum tentu menjadi orang yang tepat buatmu. Manusia pun tidak ada yang sempurna, manusia yang terbaik sejagat raya ini pasti tidak ada, percayalah, karena tidak ada yang sempurna selain Allah.

7. Dia yang bisa menjadi temanmu disaat suka dan duka, menjadi teman baik juga untuk berdebat, bisa seiring dan sejalan. Tidak harus setamvan jefri nichol atau sehensem lee min ho, yang penting dia bisa menjadi penyejuk hati anda.

Kadang juga terpikir sih, saya menginginkan kriteria yang seperti itu, berarti saya pun juga harus bisa mulai belajar untuk menjadi kriteria wanita yang bisa sesuai dengan itu. Saya ingin suami saya kelak tidak menyesal telah memilih saya sebagai pendamping hidupnya, tapi saya juga sadar kalau saya masih banyak kurangnya dan masih perlu dipoles.

Bagaimana kalau sekarang loncat ngomongin karir, karena biasanya jodoh ada kaitannya nih sama karir. satu hal tentang karir wanita. Ini sering terdengar di telinga nih. Bahwa kalau wanita yang memiliki karir bagus bakal sulit dapat jodoh. Itu hanya mitos sih sebenarnya.

Kenapa begitu? Karena kalau kamu berpikir terus seperti itu, kamu tidak akan bisa maju. Sebagai wanita juga wajib berprogress dalam hidupnya. Tidak perlu takut, justru jodohmu inshaAllah akan setara denganmu dan bisa lebih baik dari itu. Lagi pula kamu jadi bisa membantu perekonomian keluarga kan? Minimal bisa berdiri dibawah kakimu sendiri.

Lalu wanita yang bagus dalam hal karir juga perlu memiliki kehati-hatian disini. Mungkin ada yang bilang: "kalau kamu jadi ini pasti cowo banyak yang ngejar". Nah untuk menanggapi hal ini, pilihlah dia yang mau berjuang bersama denganmu, bukan yang hanya datang ketika kamu sudah sukses. Itu balik lagi ke kriteria pria yang sudah saya bahas diatas. Kalau begitu artinya pria itu hanya memanfaatkan dirimu saja dan tidak tulus. Terkadang ada tipe laki-laki yang mengejar wanita-wanita dengan karir bagus tapi hanya modal modus demi mendapatkan keuntungan.

Pria itu bakal jadi kepala keluarga, dia harus lebih baik dari wanitanya, jangan mau dengan pria yang hanya bisanya bergantung kepada wanita. Oh iya maaf agak melenceng bahasannya.. kalaupun wanitanya nanti jadi ibu rumah tangga juga tidak ada masalahnya kok, tidak ada salahnya mengemban pendidikan tinggi akhirnya menjadi ibu rumah tangga juga tidak berdosa kok, justru ilmu yang di dapatkan bisa anda kasih untuk mengurus anak ya kan?

Pasangan memang harus bisa saling berkerja sama untuk bisa saling berkomitmen dan saling membantu, tapi balik lagi.. akal sehat harus digunakan. Kalau dia belum menjadi pasangan yang sah kepadamu, berikan bantuan sekedarnya aja kalau memang ingin membantu. Jangan sampai kelewat bucin. Apalagi kalau sampai ada tindak kekerasan karena pemaksaan sesuatu, itu tidak baik. Kalau udah sah juga bukan mikirnya mau memanfaatkan pasangannya saja ya tapi kalian dituntut untuk bisa saling bekerja sama. Konsep pasangan memang saling memberi dengan tulus tanpa harus diminta.

Tolonglah.. menjadi wanita jangan bucin-bucin amat, pria juga sih, ah pokoknya kalau belum sah jangan bucin-bucin amatlah. Saya sudah kapok berbucin-bucin sama pria yang bahkan tidak bisa memberikan keseriusan buat saya. Tolong dong.. akal sehat tetap dijaga untuk urusan cinta. Jangan mau dibodoh-bodohin, diberikan janji-janji palsu, kata-kata manis atau hal lainnya. Jika ada yang berani modus juga harus dilihat ada niat apa di baliknya, karena yang namanya lagi dimabuk cinta mah semua yang terlihat itu baik, seakan semua indah sempurna, seakan dunia milik berdua. Tidak begitu konsepnya! Nanti ketika sudah menikah itu akan berbeda.. percayalah.

Kebayang gak? Kalau sebelum nikah aja sudah seperti itu bagaimana kalau nikah? Nikah itu cobaannya banyak gais.. jangan lu kata cuma enak enaknya doang. Nikah itu bagaimana sepasang manusia tidak pernah saling meninggalkan disaat suka dan duka, tidak akan pernah mengkhianati pasangannya, saling menjaga kepercayaan, saling bekerja sama ketika ada suatu problem menimpa.

Ada sebuah cerita..
Hiduplah dua sejoli yang sudah bertunangan namun belum menikah, dan salah satu pasangannya selingkuh ketika sedang renggang. Sudah gitu selingkuhannya gak tau diri pula tetap menghancurkan hubungan.

Jujur saya sedih dengan cerita ini.. mereka jauh lebih beruntung karena sudah bertemu dengan someonenya, bahkan sudah mau menikah.

Sedangkan diri saya sendiri? Bahkan saya tidak tau jodoh yang saya nantikan ada dimana sekarang.. saya tidak tau siapa orangnya.. saya menanti seseorang yang bahkan saya tidak tau bentuknya seperti apa. Cuma bisa berdoa Allah memberikan skenario terbaik-Nya untuk saya.

Sedih banget.. saya miris.. sangat ironi.. mental seperti itu masih jauh dari kata pantas untuk menikah, bagaimana pantas jika masih seperti itu? Sudah mau menikah tetapi sikap masih seperti orang pacaran jaman labil di sekolah, basi tau gak!

Harusnya bisa memperbaiki diri dahulu untuk bisa siap menuju jenjang yang serius. Pernikahan bukanlah permainan. Semoga kita dihindarkan dari pernikahan yang prematur. Usia kronologis bolehlah sudah cukup untuk menikah, tapi usia mental masih jauh dibawah itu, akan sangat berbahaya untuk kehidupan pernikahan. Lebih baik sesuaikan dahulu lah usia mentalnya agar bisa benar-benar siap dalam menjalani kehidupan pernikahan.


Oh iya ada mitos nih.. kalau jari kelingking seorang pria cocok dengan jari manis wanitanya itu jodoh wkwkw, nah saya penasaran sih sebenarnya ini mitos benar atau tidak. Boleh dicoba tuh wkwk. Semoga kita bisa menikah hanya dengan satu orang yang tepat selamanya ya.. Aamiin..

Selasa, 30 Juni 2020

Jujur? Siapa takut!

Hai semua~
Coba jujur deh siapa disini yang pernah berbohong? saya rasa semua orang didunia ini pasti pernah berbohong kan? Termasuk saya hehe.. pernah juga kok saya.. (cuma kalau saya bohong tuh raut wajah tidak bisa menipu). Kalau saya bilang gak pernah bohong berarti saya bohong dong(?)


Tapi yang perlu diperhatikan adalah intensitas berbohongnya.. kalau terlalu banyak berbohong ya tidak baik.. karena itu akan menjadi kebiasaan gais.. apalagi kalau hal-hal sepele saja bisa berbohong, Dikhawatirkan kebohongan sudah menjadi hal yang otomatis dilakukan ketika hal itu sudah mendarah daging. Na'udzubillahimindzalik~

Kadang kita berbohong demi tidak menyakiti hati orang lain ya kan? Nah istilah kerennya tuh "white lie" kata orang-orang, tapi kalau kebohongan itu malah menjadi merusak segalanya itulah yang berbahaya. Meski seringkali menyakitkan, memang kejujuran itu tetap penting diterapkan kok, cuma gimana caranya jujur yang tidak menyakiti, gitu aja..

Masih banyak yang mengabaikan kejujuran, padahal jika kejujuran diabaikan, ini bisa menjadi akar segala macam perbuatan yang buruk. Betul kan?

Percayalah.. semua perbuatan kita itu bisa naik level, tergantung anda mau naik level  dalam kebaikan atau dalam keburukan, pilihan ada di tangan anda..

Hal yang mendasar bisa saya contohkan dari perbuatan mencontek. Hayo siapa yang suka nyontek nih? Nah.. saya kasih tau aja buat para pelajar yang suka diem-diem mencontek.. sebenarnya pengawas kalian tuh.. tau kok kalau kalian mencontek tapi suka pura-pura gak liat aja, karena ketika saya jadi guru, saya bisa melihat dengan jelas dari depan kelas saat ada siswa yang mencontek.

Jujur saya pernah mencontek juga.. Tapi jarang banget! Saya juga sudah berhenti melakukannya sejak kelas 6 SD. Waktu itu saya ketahuan mencontek oleh guru saya. Saya bisa lihat raut wajahnya yang kecewa banget melihat saya mencontek saat itu. Semenjak itu hati saya terketuk untuk berhenti mencontek, saya mulai belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa jujur mengerjakan UN. Tapi ketika hari-H UN saya kecewa.. ternyata kunci jawaban UN tersebar untuk dipakai. Hanya saja saya tetap menerapkan kejujuran itu dalam mengerjakan UN, karena saya ingin mendapatkan nilai yang berkah. Ya Alhamdulillah nilai saya lumayan bagus (25,95 dengan 3 mata pelajaran UN), tapi.. yang lebih tinggi nilainya dari saya banyak~ :") sedih banget sih.. Bahkan saya gagal memasuki sekolah pilihan pertama saya.

Saat pendaftaran online masuk SMP dimulai, entah kenapa nama saya merah di sistem komputernya, otomatis saya datangi rayon sekolahan tempat saya mendaftar menanyakan keadaan itu kebetulan sekolah itu adalah pilihan pertama saya. Lalu, ibu saya dengan polosnya bertanya dengan salah satu guru disana "bu.. kira-kira anak saya dengan NEM segini bisa masuk sini gak ya?"
Guru itu menjawab: "HAHAHA yaampun kecil itu mah NEMnya. jangan harap keterima disini! siswa disini tuh pinter-pinter, Nemnya gede-gede, nilai segitu mana mungkin masuk sini".

Sakit banget ya Allah mendengar ucapan seperti itu dari guru disekolah yang sempat saya idam-idamkan. Bahkan saya dianggap bodoh loh :" saya spontan berkata kepada ibu saya "ayo bu kita pulang aja, gak penting nanya beginian" mungkin nada suara saya agak ngegas saat itu dan agak gemetar ingin menangis, saya langsung narik tangan ibu saya untuk balik. Saya kesal sekali. Tapi saya tidak pernah menyesal berbuat jujur. Toh itu nilai hasil jerih payah saya sendiri harusnya saya bangga, mungkin sekolah itu bukan yang terbaik untuk saya..

Akhirnya saya masuk ke SMP pilihan kedua saya.. Alhamdulillahnya.. disinilah saya bertemu sahabat-sahabat yang baik meski saya menjadi kaum minoritas disana karena tergolong culun wkwk. Alhamdulillahnya lagi guru-guru disana banyak yang dekat dengan saya bahkan guru yang tidak pernah mengajar saya pun entah kenapa bisa kenal dengan saya. Satu hal juga yang saya syukuri saat itu adalah saya bisa bertemu dengan guru matematika yang sangat baik terhadap saya. Beliau udah seperti ibu kedua buat saya, beliau juga selalu membimbing saya dengan sabar. Mungkin itu adalah berkah yang saya dapatkan dari buah kejujuran saya.
Setiap ujian pun saya tetap menerapkan hal itu, seburuk apapun hasilnya yang penting jujur itu prinsip saya. Bahkan ketika saya punya kesempatan untuk mencontek, saya tidak memakainya. Entah kenapa saya merasa takut sekali mencontek, bahkan bertanya sama teman saja saya tidak sanggup, apalagi membuka kertas contekan.. tangan saya gemetar. Saya merasa ada yang mengawasi saya, meskipun guru tidak melihat.



Begitupula ketika SMA, saya mungkin terkenal pelit ketika ujian, tapi saya juga tidak pernah bertanya untuk meminta contekan. Ada salah satu pelajaran yang membuat saya selalu remedial, sehingga ada teman saya yang kasihan dengan saya dan memberi contekan kepada saya.. saya menerima.. tapi lagi-lagi saya tidak sanggup membuka isi kertasnya, tangan saya gemetar dan jantung juga berdegup kencang. Akhirnya saya buang saja kertasnya.. meskipun akhirnya saya remedial lagi :") tapi ya gapapa.. toh itu membuat saya belajar lagi ya kan?

Bahkan saya pernah loh menjadi manusia satu-satunya yang remedial di kelas :") (di pelajaran bahasa Inggris) sedih gak sih? Malu banget! Saya merasa jadi orang paling bodoh dikelas. Pernah ada seseorang berkata kepada saya "jaz udah sih nyontek aja, kenapa sih lo bersikeras gamau nyontek? daripada remed lu, sombong banget". Ya gimana ya.. Saya bukannya sombong.. tapi saya tidak bisa membohongi hati kecil saya sendiri, Saya takut melakukannya.

Coba deh pandangi ijazah kalian.. bagaimana perasaan kalian kalau melihat nilai yang tertera bukanlah hasil jerih payah sendiri? Tapi kalau itu hasil jerih payah sendiri, pasti berapa pun hasilnya akan bangga.. setidaknya kita punya nilai plus dalam hal kejujuran kan? Kita juga jadi tau kemampuan kita yang sebenarnya..

Dunia ini tidak kekurangan orang pintar kok.. tapi kekurangan orang jujur. InshaAllah ketika kita bisa menerapkan kejujuran.. hidup kita akan berkah.. lagi pula kita bisa menjadi orang yang amanah. Allah Maha Mengetahui atas segala perbuatan kita. Jika kita melakukan kebaikan sekecil zarrah pun Allah akan melimpahkan kebaikan kepada diri kita dengan hal yang tidak diduga. Begipula sebaliknya..

Ketika kita dengan mudahnya mengambil hak milik orang lain tanpa permisi, di dalam posisi itulah keburukan akan mengintai kita. Keburukan yang kita lakukan sekecil apapun juga akan dibalas oleh Allah, meskipun di dunia belum terlihat balasannya. Nah makanya.. harus hati-hati ini gais.. ini mungkin terlihat sepele tapi tidak sepele dimata Allah gais..

Itulah kenapa menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah. Seorang pemimpin perlu memiliki sikap yang jujur agar bisa amanah, harus punya sikap mengayomi, adil, bertanggung jawab, rendah hati namun berwibawa. Gimana? kriteria yang sulit kan? Bisa dibayangkan kalau seseorang yang tidak jujur menjadi pemimpin, bisa merugikan orang banyak, dan dosanya jadi luar biasa.

Apapun profesi yang kita jalankan di dunia ini. Ayolah! mulai sekarang kita mulai menanamkan kejujuran.. tidak ada ruginya kok.. itung-itung mengurangi dosa ya kan? Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik~ ayolah! Keburu kiamat!

Oke sekian~

Jumat, 26 Juni 2020

Cinta yang sesungguhnya

Hai semua~
Assalamualaikum~

Kali ini postingan gua agak serius nih *tumben banget si ijaz* ya sekali-kali kita refleksi diri lah ya, jadi gua abis baca tafsir dari ayat Al-Qur'an, ketika gua resapi gua bener-bener merinding bacanya. Ternyata arti dari firman Allah benar-benar indah dan menyentuh hati.

Memang kalau baca Al-Qur'an perlu diresapi artinya sih biar bisa sekalian refleksi diri dan jadi sadar makna sesungguhnya.

Gua sendiri sih ini masih belajar banget, ilmu gua tentang agama pun mungkin masih cetek. Baca Al-Qur'an pun gua masih suka tersendat, bahkan tanda waqaf aja masih suka salah, ilmu tajwidnya juga suka salah. Jadi maaf ya kalau pembahasan gua cuma ala kadarnya ya, mohon koreksinya kalau ada kesalahan.

Cuma kalau gak pernah memulai untuk belajar kapan bisanya ya kan? Meski masih salah-salah gua rasa juga gapapa kok, yang penting usaha aja.

Gua malu sih sama Allah sepanjang hidup gua masih suka lalai. Ketika gua tahu arti dari do'a nabi Yunus waktu berada di dalam perut ikan paus, gua bener-bener sadar kalau manusia memang ladangnya salah.
》 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَ ذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَا ضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّـقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَا دٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ 
wa zan-nuuni iz zahaba mughoodhibang fa zhonna al lan naqdiro 'alaihi fa naadaa fizh-zhulumaati al laaa ilaaha illaaa angta sub-haanaka innii kungtu minazh-zhoolimiin.
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 87)

Kutipan
"laaa ilaaha illaaa angta sub-haanaka innii kungtu minazh-zhoolimiin" ini bisa dijadikan wirid-an untuk memohon ampun atas kesalahan kita. Hati juga jadi tenang ketika mengucapkan kalimat ini berulang kali. MasyaAllah~

Sering kali cobaan dalam hidup justru membuat gua suka marah dengan takdir Allah. Mungkin sering kali jalan yang kita hadapi ini sulit dan berat, saat itulah diri kita diuji atau justru kita diberikan pelajaran berharga oleh-Nya dan sekarang gua hanya bisa mencoba untuk tetap berhusnudzon sama Allah. Pasti Allah akan memberikan skenario terbaiknya untuk kita. Sesuai dengan firman Allah
》Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۗ 
inna ma'al-'usri yusroo
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 6)

Allah juga akan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Hanya Allah memang tempat kita mengadu. Hanya kepada Dia tempat kita kembali.
》Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِيَّا كَ نَعْبُدُ وَاِ يَّا كَ نَسْتَعِيْنُ ۗ 
iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."
(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 5)

》Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ لٰى رَبِّكَ فَا رْغَبْ
wa ilaa robbika farghob
"dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap."
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 8)

Sering kali kita datang ke Allah ketika hanya masalah menimpa ya kan? Tapi Allah seringkali mengabulkan do'a-doa'a kita yang hanya dianggap butuhnya doang, bayangkan kalau sama manusia yang datang pas butuh doang.. suka kesel kan? Tapi Allah tidak pernah begitu, dia selalu memaafkan hambanya sehina apapun. Sungguh cinta Allah kepada umatnya memang sangat besar melebihi apapun. Hal itu bisa ditemui di Al-Qur'an:
》Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَا سْتَغْفِرْهُ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ تَوَّا بًا
fa sabbih bihamdi robbika wastaghfir-h, innahuu kaana tawwaabaa
"maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat."
(QS. An-Nasr 110: Ayat 3).

Gua juga berusaha memikirkan banyaknya nikmat Allah yang selama ini tidak gua sadari. Coba bayangkan lo diberikan nikmat sehat udah luar biasa kan? Dan masih banyak nikmat lainnya yang sudah dikasih sama Allah
》Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 13)

Coba bayangkan kalau Allah tidak menjamin keamanan kita? Kita sebagai manusia yang lemah ini tidak akan berdaya sehebat apapun kita.

Gua bener-bener merinding pas baca surat Al Mulk, entah kenapa arti surah itu membuat gua nangis. Gua mikir dah gimana kalau Allah murka sama manusia termasuk murka sama gua yang penuh dosa ini. Allah bahkan bisa ngasih azab dengan mudah. Serem gak sih kalau tiba-tiba Allah murka? Ini gua kasih kutipan 2 ayat Al Mulk yang paling bikin merinding, coba deh baca surahnya dari awal sampai akhir biar bisa meresapi maknanya lebih dalam.
》Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَآءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَ رْضَ فَاِ ذَا هِيَ تَمُوْرُ ۙ 
a amingtum mang fis-samaaa`i ay yakhsifa bikumul-ardho fa izaa hiya tamuur
"Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?"
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 16)

اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَآءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَا صِبًا ۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ
am amingtum mang fis-samaaa`i ay yursila 'alaikum haashibaa, fa sata'lamuuna kaifa naziir
"Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 17).

Kebayang kan kalau kita telat memohon ampun sama Allah? Semoga kita menjadi makhluk-Nya yang taat dijalan Allah dan semoga kita selalu di dalam lindungan-Nya ya~ Aamiin..

Ku pamit undur diri ya..
Wassalamualaikum~

Selasa, 23 Juni 2020

Semua tergantung perspektif anda

Setiap permasalahan pasti semua orang punya sudut pandangnya masing-masing kan dalam memandang sesuatu?

Jelas dong ya!

Nah ada salah satu contoh dari gua akan hal tersebut. Kita bisa lihat contoh real berbagai macam perspektif orang-orang dalam memandang sesuatu.

Oke! Gua mulai ceritanya..

Jadi gua ini kan pendek ya.. untuk ukuran manusia seusia gua, gua ini sangat pendek. Gua sekarang 24 tahun tapi tinggi gua cuma 146 cm dan itu gak nambah-nambah sejak SMP -_- keknya pertumbuhan tulang gua sudah berakhir di masa SMP.

Gua suka bingung sih mau seneng apa sedih ketika orang mengira gua masih SMP. Kalau dipandang sisi positifnya sih berarti gua imut kan wkwkw. Tapi kadang sedih dikira anak bocah. Tapi justru gua suka dapet cerita lucu dari sisi kependekan gua ini.


Jadi pernah suatu hari.. gua yang saat itu ditemani bokap gua ke fotokopian di dekat rumah, waktu itu gua mau persiapan buat beli peralatan ospek menuju SMA. Lalu.. gua sama ayah gua bertemu dengan seorang anak laki-laki yang ditemani ibunya yang juga mau mempersiapkan ospek, gue perhatiin sih cowo itu masih kecil, feeling gua berkata kalau dia anak SD mau ospek menuju SMP.  Terus nih! Mereka berdua tuh ngajak gua sama bokap gua ngobrol mulu tuh, heran sih ada niat terselubung apa dibalik itu wkwkw dan gua agak risih sih waktu itu.. entahlah~ gua kan emang suka risihan sama orang baru yang tiba-tiba sok kenal sok deket gitu kan, jadi gua jawab seadanya aja. Mungkin sih ya.. emaknya mikir siapa tau anak gua jadi punya temen baru, gitu kali ya.. apa jangan-jangan emaknya mau jodohin anaknya sama gua(?) *plak

Singkat cerita akhirnya gua sampai di satu percakapan dengan anak laki-laki itu.
Dia: kamu masuk SMP mana?
Gua: SMA *tiitt* (disensor ya)
Dia: langsung diem

Waw wkwkw langsung diem dia, ternyata bener feeling gua kalau dia mengira gua adalah anak SD yang baru mau masuk SMP. Astagahhh seimut itu apa yak gua(?)

Gua dipanggil pou sm sohib gua

Gua juga denger percakapan emaknya sama bokap gua
Emak dia: anaknya masuk SMP mana pak?
Bokap gua: oh anak saya mah udah lulus SMP, ini mau SMA dia
Emak dia: yaampun maaf pak dikirain anaknya baru lulus SD, kirain seumuran sama anak saya gitu

Wkwkww apa gua bilang feeling gua tepat sasaran, ternyata mereka berdua mengira gua baru lulus SD.

*next*
Okay sekarang ke cerita lainnya

Gua juga pernah kan dateng ke tempat kerja bokap gua, dan ada salah satu pasien bokap gua yang nanya gini ke gua
Dia: neng kelas berapa sekarang?
Gua: (karena gua bingung gua malah nanya ayah gua) yah kelas berapa?
Ayah gua: hayo tebak kelas berapa anakku?
Dia: SMP ya? iya kan pasti?
Ayah gua: wah salah.. udah lulus ini
Dia: oh udah lulus SMP?
Ayah gua: udah lulus kuliah ini~
Dia: hah? Serius? oalah tak kira masih SMP

Yah begitulah kira-kira cerita keimutan gua. Bahkan gua tetep dikira anak SMP loh disaat gua udah lulus kuliah.

Gua perna di panggil joyko di sekolah

Tapi nih beda cerita kalau orang memandang gua dari sisi gendutnya gua. Jadi gua juga gendut ya pokonya berat gua sekitar 70 kg an kebayang kan ya beratnya wkwkw. Jadi kadang gua suka dikira ibu-ibu.

Gua pernah tuh lagi gendong ade gua, malah dikira anak gua. Gua juga sering dipanggil "ibu" walaupun bukan di ranah sekolah. Kalau di ranah sekolah mah wajib dipanggil "ibu" ya karena gua guru.

Jadi nih kesimpulannya.. orang akan melihat gua sebagai bocah SMP atau sebagai ibu-ibu tergantung dari perspektif mereka memandang gua. Mereka memandang gua dari sisi tinggi badan gua yang pendek atau dari berat badan gua yang gendut. Kalau liatnya dari pendeknya pasti dikira bocah tapi kalau dari gendutnya pasti dikira ibu-ibu.

Intinya orang selalu salah menebak usia gua.

Sekian
Terima kasih.

Saya kelahiran 1996 ya btw jangan salah lagi plis.

Rabu, 30 Oktober 2019

Pandangan tentang "Menikah" (part 1)

Coba jawab pertanyaan ini terlebih dahulu:
Kenapa lu pengen menikah?
Apa manfaat dari menikah?
Usia berapa kita pantas menikah?
Bagaimana cara merayakan sebuah pernikahan? Dan dimana?
Dengan siapa harusnya kita menikah?

Udah berasa kek identifikasi masalah skripsi tau ga pertanyaan diatas wkwk. Gimana udah punya jawaban? Wokelah! Sebelum membaca lebih lanjut ada baiknya kita berdoa dulu biar berkah(?) Sudah? Ok! Cekidot!


MENIKAH.
Satu kata berjuta makna, apa sih yang ada dibenakmu saat mendengar dan membaca kalimat ini? Indahkah? Suramkah? Atau belum terpikirkan sama sekali? Oke gua pun belum menikah, tapi gua punya pandangan terkait kalimat ini. Pasti semua orang di dunia ini punya cara pandangan yang berbeda-beda bukan?

Mungkin, ada yang memandang menikah itu agar bisa beribadah dan menghindari zina; atau pengen punya anak; atau pengen ada yang mencintai; atau jangan-jangan karena udah kelamaan jomblo terus banyak yang nanya "kapan nyusul mblo?" (Jangan ngerasa kesindir gitu dong, gue juga jomblo nih). Nah ada yang punya pandangan lain? 



Kalau gua sih..
gua masih bingung memaknainya gimana, tapi gua bakal menjabarkan satu-satu agar kalian yang baca ini bisa mengambil kesimpulannya. Mungkin ini bakal jadi tulisan yang panjang, jadi simak ini baik-baik sampai habis ya~

Apapun pandangan dan jawaban kalian pada pertanyaan diawal, semua sah-sah saja pada dasarnya. Karena ini bukan soal benar atau salah tapi soal perspektif diri sendiri dalam memandang sesuatu. 



Cuma gini deh! Terkait ibadah, sebenarnya ibadah pun bisa dilakukan dengan cara apapun kan selain menikah? Oke gua pribadi gamau bahas ini dari segi agama, karna gua bukanlah ahli agama, takut jadi salah kata. Tapi gua gemes aja gitu kalau ngomongin ini, menikah memang melengkapi agama lu dan bisa menghindari zina tapi bukan semata-mata lu nikah karena pengen seks yang legal secara agama ataupun negara. Kita manusia kan? Bisa menahan nafsu kan? Kita bukan binatang yang gak bisa nahan nafsu.

Sama aja kaya menikah karena pengen punya anak, menikah kalau cuma semata pengen anak mending lu cari anak di panti asuhan yang lebih butuh orangtua, bener ga? Banyak ko orang yang udah menikah tapi gak diberikan anak. itu semua terkait rezeki masing-masing. Sebenarnya gua gak suka sama kalimat gini pas ada orang nikah "semoga cepat dapet momongan ya" emang penting ya? Momongan alias anak ini cuma bonus cuy bukan keharusan. Bisa jadi orang yang menikah kala itu gak pengen cepet-cepet punya anak atau ternyata salah satunya gak bisa menghasilkan keturunan, coba bayangkan bagaimana perasaan mereka ketika dengar kalimat itu? Gua sebel sih sama orang yang suka nyinyir lihat orang nikah tapi gak hamil-hamil, yang disalahin suaminya gak jagolah, atau istrinya apa lah. Stop menghakimi mereka. Tanpa anak, pasangan yang telah menikah pun sudah lengkap sebagai pasangan bukan?



Terus menikah karena pengen dicintai, sebenarnya tugas mencintai dan dicintai adalah diri sendiri cuy! Jangan pernah mengharapkan sesuatu dari orang lain, jika ada seseorang memberi cintanya kepada anda itu adalah bonus. Cinta itu tentang memberi dan keikhlasan, bukan pengennya nerima secara terus menerus saja.

Apalagi soal pertanyaan "kapan nikah?", waduh ini ngeselin juga nih, lu nikah bukan karena tuntutan ya cuy!  Tapi kalau lu emang udah siap. Plis berhentilah bertanya ini, daripada bertanya lebih baik kasih solusinya, cariin jodohnya, setuju? Oh iya.. nikah juga bukan ajang pelarian karena lu galau jomblo ya~ karena nikah bukanlah obatnya. Kalau lu belum bisa mencintai dan membahagiakan diri lu sendiri, bagaimana lu bisa menerima cinta dan kebahagiaan dari orang lain? Nikah itu bukan karena lu berharap bisa bahagia setelahnya karena setelah menikah lu bakal diterpa berbagai macam cobaan, yang kalau lu belum kuat mental, ngeri lu kabur dah.



Kalimat diatas nih nyambung sih sama pertanyaan "usia berapa pantas menikah?" Secara hukum sih 21 tahun minimal untuk laki-laki dan 17 tahun keatas untuk perempuan, entahlah benar atau tidak itu, tolong dikoreksi. Tapi buat gua sih bukan soal umurnya tapi kita sudah siap belum jika mengarungi bahtera pernikahan. Biasanya orang menikah umur 25 thn, entahlah itu jadi usia yang paling diidam-idamkan wanita untuk menikah, karena para wanita gak mau terlalu muda dan terlalu tua dalam menikah. Tapi kalau umur 25 thn belum siap? Ya jangan dipaksainlah, kalian gak berdosa kok gara-gara menikah lebih dari usia 25 thn. Toh sebelum menikah lu bisa puas-puasin masa muda lu dengan berkarya, bahagiain diri lu sendiri sampai lu bisa mencintai diri lu sendiri barulah lu siap untuk mencintai orang lain. Tanpa pasangan pun pada dasarnya kalian itu sudah lengkap, pasangan itu hanya bonus.

Lalu, perayaan pernikahan. Penting tidak buat kalian merayakan pernikahan? Gua pernah baca pandangan dari Ka Cania Citta Irlanie yang mengatakan bahwa pernikahan itu seperti lu ulang tahun, dirayakan atau tidak lu akan tetap ulang tahun. Tapi gua sedikit berbeda pandangan kali ini, menurut gua, menikah itu seperti lahir ke dunia, dimana lu bakal menghadapi fase baru dalam hidup lu. Seperti janin yang 9 bulan ada di perut lalu lahir dan menjalani kehidupan sebagai anak, begitupun pernikahan yang awalnya lu sendiri jadi punya pasangan, bahkan lu bakal jadi orangtua dari anak-anak lu nanti.



Yang jadi masalah adalah bukan dirayakan atau tidaknya, tapi bagaimana cara lu merayakannya? Apakah hanya keluarga kecil atau secara besar-besaran? Apakah mengeluarkan budget yang minimal atau sebesar-besarnya demi gengsi? Kalau gua sih, gak perlu bermewah-mewah, toh uang pasca menikah itulah yang penting, gua kayanya udah pernah bahas ini di postingan gua dulu, lupa yang mana, udah cari aja. Biaya after married itu jauh lebih besar coy jadi jangan gelap mata untuk menghamburkan dalam satu waktu ya. Gua juga lebih suka untuk menjalani pernikahan yang sederhana aja, yang penting lu bahagia setelah kata "sah" terucap. Btw, nih pasti ada aja yang gak suka kan sama kebahagiaan seseorang, apalagi kalau punya mantan pacar ni misalnya terus malah nikah sama yang lain kan sedih tuh, jadi mending nikah secara kecil-kecilan aja menghindari sakit hati orang lain. Daripada lu nikah terus disumpahin macem-macem sama orang kan gaenak ya. Ya gua sih gak punya mantan sih sorry-sorry aja~ wkwkwk

Lalu yang terakhir, dengan siapa kita menikah? Ya gua bukan peramal ya yang tau jodoh lu siapa, gua aja gak tau jodoh gua siapa, yang pasti dengan orang yang kamu yakin jika bersamanya akan lebih baik, "He/She is the one" mu ibarat katanya nih. Bagi yang masih jomblo, Semoga kita bisa menemukan orang yang tepat untuk jadi pasangan ya.



Nah kesimpulannya apa sih? Apapun definisi kalian soal menikah, yang pasti pilihlah pasangan yang tepat sesuai dengan dirimu, menikah bukanlah lomba lari yang harus buru-buru, menikahlah ketika kamu yakin "dia lah orangnya". Menikah adalah soal menjalin cinta dengan seseorang yang bisa berkomitmen mengarungi hidup bersama untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangannya, tentang seseorang yang bisa tertawa dan berdebat bersama tanpa saling menyakiti satu sama lain, dan tentang seseorang yang rela sisa waktu hidupnya dijalani bersamamu.

Oke! Itulah tulisan tentang pandangan menikah dari seseorang yang jomblo dari lahir kaya gua ini. Semoga bermanfaat dan bisa diambil pelajarannya. Ada pertanyaan? Silahkan hubungi nomor ini: 08xx-xxxx-xxxx

Baiklah akhir kata kita ucapkan Hamdalah.. Alhamdulillah~
See you guys!




Selasa, 08 Oktober 2019

Pentingnya Sebuah Bantuan

Halo~
Gua barusan nemu kata-kata di instagram, dan gua jadi berpikir untuk membuat tulisan tentang ini. Yang bakal gua kaitkan dengan pengalaman gua saat masih SD.

Begini kata-katanya di instagram

Ngomong-ngomong soal bantuan nih, pernahkah kalian membantu orang lain? Pasti pernah dong ya~
Walaupun terkadang kita juga harus memilah dan memilih kepada siapa bantuan itu akan kita berikan dan harus ikhlas pastinya dong~

Gua pribadi sebenarnya jarang dibantu orang lain, kadang gua suka gak enakan minta bantuan, walaupun sebenarnya ingin dibantu sih(?) seringkali masalah yang gua hadapin akan gua arungi seorang diri dengan penuh rasa frustrasi namun gua tak ingin menyerah. Ya itulah mungkin kenapa gua masih bisa bertahan hidup sampai saat ini.

Tapi tak jarang juga ketika nasib gua udah di ujung tanduk, bantuan datang kepada gua tanpa cuma-cuma.

Gua mau berbagi cerita yang tidak pernah gua lupakan hingga saat ini. Tanpa basa basi gua mulai saja ceritanya ya, disimak ya~

jadi gini..
waktu gua kelas 6 SD tepatnya ditanggal 1 Februari 2008, saat itu lagi hujan deras di siang hari.
gua yang saat itu sekolahnya lumayan jauh dari rumah harus menggunakan mobil antar jemput untuk pulang pergi kesekolah. Ketika pulang, mobil jemputan gua mogok ditengah jalan, karena banjir yang agak tinggi menenggelamkan mobil jemputan gua. Fyi aja yang suka anter jemput gua waktu itu adalah mamanya temen gua sebut saja mama A. Temen gua itu pun ikut di dalam mobil jemputan, sebut saja teman gua ini si A.

Nah pas mobilnya mogok panik dong ya~ mama A minta bantuan ke orang-orang tak dikenal disekitar mobil kita. Beberapa orang membantu, namun diakhir mereka memaksa mama A untuk memberikan upah, gua saat itu ngerasa iba ngeliat mama A yang nangis karena pas itu dia gak punya uang, gua pun pengen bantu boro-boro punya duit, uang jajan aja cuma dikasih 3 ribu sama emak.

Mama A bilang gini "pak saya lagi gak punya uang, mohon maaf ya pak makasih bantuannya" tapi mereka tetep ngegas gitu minta dikasih upah. Yang akhirnya membuat mama A sedikit emosi dan nangis, sambil gemeter dia bilang kurang lebih gini "pak saya mohon ikhlasin ajalah, ngapain tadi ngebantu kalau maksa minta upah gini? saya cuma punya uang segini buat bayar becaknya anak saya dan becaknya anak-anak jemputan saya, saya kan bertanggung jawab atas anak-anak itu".

Mama A memesan becak untuk kita semua, kecuali DIA. Ya.. saat itu mama A tetap berurusan sama orang-orang yang tadi minta upah, sampai akhirnya si A bilang gini ke mamanya "mah, mama gak ikut pulang? Cuma aku nih yang pulang? Mamah gimana?" Dan mama A menjawab "iya mama disini buat jagain mobil ya, udah kamu balik aja duluan, gausah mikirin mamah". Wah gila sih waktu itu kek ada bawang gitu di deket mata gua rasanya. Disitu gua bisa melihat kasih sayang seorang ibu tu bikin tak bisa berkata-kata.

Gua naik becak berdua sama temen gua yang kita sebut saja si S. Nah tukang becak ini mengantar si S duluan barulah nganter gua. Si S Berhasil sampai dengan selamat ke rumah, karena rumah si S lebih deket dan mudah dijangkau dari lokasi mogoknya mobil. But, gua tidak. Di jalan menuju rumah gua banjirnya sangat dalam sampe sepinggang orang dewasa. Dengan sangat sedih tukang becak gua nyuruh gua turun dari becak dan gak mau nganter gua ke rumah. Gua mau nangis sumpah saat itu tapi tertahan. Ya bayangkan aja anak SD yang masih imut bocah gitu ditinggalkan seorang diri tanpa uang, basah kuyup kena ujan yang deres, dan kebingungan karena gak bisa pulang.

Gua pun menuju minimarket terdekat dan minta bantuan buat nelpon ayah gua dikantor tapi gua bodoh juga sih kalau ayah gua nolong juga pasti mobilnya bakal mogok dong ditengah jalan? Mau nelpon kerumah pun gak bisa karena waktu itu telpon rumah gua lagi dicabut koneksinya. Selesai nelpon, gua semakin bingung. Gua termenung dipinggir ruko udah kaya anak ilang. Banyak orang ngeliatin gua tapi gak ada yang mau membantu gua.

Next!
Gua menggigil dan kelaperan, yang akhirnya membuat gua nekat mau mengarungi air banjir menuju rumah gua. Awalnya gak begitu dalem, gua jalan perlahan-lahan tapi banyak orang yang akhirnya teriak bilang "dek bahaya dek ati-ati, dek jangan nekat" gitu-gitu dah kira-kira reaksi orang-orang liat bocah SD nekat nerjang banjir yang ternyata airnya berarus deras. Semakin ketengah langkah gua semakin berat. Mau balik gak bisa mau lanjut berasa udah gak sanggup. Air semakin menenggelamkan badan gua dan arus semakin membuat badan gua gak berdaya. Gua hampir pingsan. Mata gua mulai berkunang-kunang, nafas juga semakin sesak. Gua pun hampir terbawa arus banjir.

Tiba-tiba seorang tukang becak yang lagi bawa penumpang ada yang nekat nerobos banjir juga, dia teriak ke gua "dek, hati-hati makin dalem loh ini". Gua yang saat itu liat becak nekat, gua pun langsung bilang "bang saya boleh gak numpang becak abang?" Terus kata abang becaknya "tapi ada orangnya di dalem neng" dan gua jawab "gapapa bang saya cuma mau numpang pegangan aja saya udah gak kuat".

Akhirnya gua pegangan sama besi becak, awalnya kaki gua masih bisa mengikuti gerakan langkah abang becak yang dorong becaknya. Tapi semakin lama kaki gua benar-benar tidak bisa bergerak. Kaki gua nyeret dan gua cuma bisa teriak dengan sisa tenaga "bang berhenti dulu saya udah gak bisa jalan!" Abang becak itu akhirnya nyuruh gua buat naik ke tempat duduk abang becak(?) Tau kan ya maksud gua? Tempat duduk yang dibelakang itu loh buat ngegowes becaknya. Gua digendong abang becak itu naik ke atas tempat duduknya karena gua udah nyaris pingsan saat itu.

Setelah melewati banjir bandang itu. Gua pun tiba di depan komplek perumahan gua yang airnya cuma semata kaki. Gila kan kebayang gak tuh bedanya air yang gua lewatin tadi sama air di depan rumah gua? jauh banget tinggi airnya coy!

Pada perpisahan kita, abang becak bilang "dek sampai sini ya, kamu kuat gak jalan ke dalem? Saya panggilin temen saya ya buat nganter eneng?" Akhirnya gua bilang "gak papa pak saya kuat ko ke dalem". Kata abangnya lagi "tapi saya khawatir neng" dan gua pun jadi dianter sama temennya abang becak ke rumah. Gua waktu itu bilang "makasih ya pak udah bantu saya, maaf pak saya gak bisa ngasih apa-apa" kata dia "gapapa neng, yang penting eneng selamet".

Sampai rumah gua nangis, emak gua panik pas tau apa yang gua lewatin buat nyampe ke rumah. Sangat mengharukan! Gua cuma bisa berterimakasih sama Allah yang mempertemukan abang becak baik hati itu buat gua, kalau enggak mungkin gua udah hanyut dan udah mati kali.

Nah pesan moralnya balik lagi ya kaya di foto yang gua share di atas. Coba deh lebih peduli sama orang sekitar. Tapi tetap waspada sih ya.. selagi kita sanggup membantu ya bantu aja, gak usah itung-itungan. Toh selain dapet pahala, ada kebahagiaan batin sendiri kan kalau bisa membantu orang lain? Semoga cerita gua bisa diambil hikmahnya (ada hikmahnya kan ya? Berfaedah kan?) Wkkww.

Pesan gua: Teruslah sebarkan kebaikan dan tetaplah bermanfaat guys~

Terima kasih sudah membaca kisah gua yang hampir hanyut ini wkwkw~  see you to the next my story in blogger :) #semogabahasainggrisnyabener

Babay!

PARFUM ENAK WOYYYY!!!

Hey hey halo halo halo 💃 Gw pengen ngasi tau parfum yg enak bgt yaampoen sungguh secinta itu gw sm parfum ini. Wangi yg entah kenapa gw can...