Kamis, 24 Desember 2020

[REVIEW BUKU] Filosofi Teras

 


Judul: Filosofi Teras (Filsafat Yunani - Romawi Kuno untuk Mental Tangguh Masa Kini) 
Penulis: Henry Manampiring
Penerbit: PT. Kompas Media Nusantara
Cetakan ke : 17
Jenis buku: self improvement
Harga: P. Jawa 98.000,00
ISBN: 978-602-412-518-9
Rating pribadi: 4,8/5

Buku ini diawali dengan pengenalan tentang filosofi teras, yang ternyata berkaitan erat dengan ilmu psikologi. Dengan disertai survey hal-hal yang sering membuat orang khawatir. Ternyata, kita sering kali menghabiskan waktu dengan sesuatu kekhawatiran yang belum tentu terjadi.

Sudut pandang dari filosofi teras ini menarik. Teori ini menyebutkan bahwa sebenarnya suatu kejadian itu sifatnya netral (tidak positif dan tidak negatif), tapi kita lah yang memberi label pada kejadian tersebut sehingga terjadi makna dari sebuah peristiwa.

Dibuku ini dicontohkan, seorang pacar yang salah sebut nama pacarnya menjadi nama mantannya, pasti kita langsung marah begitu saja kan? Padahal sebenarnya itu kejadian yang netral tapi kita yang memberi makan kalau kejadian itu "wah pacar gue masih cinta sama mantannya nih, wah apa jangan-jangan mereka masih kontekan, dll". Padahal wajar saja kalau seseorang salah sebut nama. 

Interpretasi otomatis dari sebuah peristiwa akan dengan mudah melahirkan emosi negatif. Disini diajarkan bagaimana kita harus dilatih untuk mengintrepretasi suatu kejadian secara rasional. Kita sebagai manusia diberikan kelebihan untuk menalar dibandingkan makhluk lainnya.

Biasanya bahagia diidentikan dengan dapat merasakan emosi positif terus menerus tapi ternyata di dalam filosofi teras lebih ditekankan bahwa bahagia yang sesungguhnya adalah tidak adanya emosi negatif. Saya ambil contoh analogi di buku ini, kalau kamu mendambakan sesuatu dan pada akhirnya berhasil mendapatkannya, tidak dipungkiri kita akan merasa bahagia tapi semakin lama rasa bahagia akan hal tersebut akan berkurang, kita menjadi merasa terbiasa akan hal-hal yang membahagiakan tersebut sehingga kita tidak lagi merasakan kebahagiaan. 

Lalu di dalam hidup ini ada hal-hal yang dapat kita kontrol dan tidak dapat kita kontrol. Kita harus fokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol karena kalau kita terfokus dan menggantungkan kebahagiaan pada sesuatu yang tidak bisa kita kontrol maka jika suatu saat hal itu hilang akan membuat kita merasa kacau. Sangat sesuai ya sama kalimat "janganlah berharap pada apapun, kecuali sama Allah" Wkwkw.

Apa saja sih hal yang dapat kita kontrol? (1) pertimbangan, opini, persepsi kita (2) keinginan kita (3) tujuan kita (4) segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri. 

Lalu apa yang tidak dapat di kontrol? Yang pasti selain hal-hal yang tadi sudah disebutkan. Misal: tindakan orang lain, opini orang lain, popularitas kita, kesehatan kita, kekayaan kita, kondisi kita, dll. 

Di dalam filosofi teras disebutkan bahwa, tujuan kita bukanlah hanya sekedar bahagia, tapi melakukan hal yang dapat membuat kita bahagia. Bisa dibedakan kan dari kalimat ini? 

Lalu kita dilatih untuk memikirkan segala kejadian buruk yang kira-kira akan terjadi di hari ini, sehingga kita tidak kaget ketika hal-hal buruk itu benar-benar terjadi. Nah ini berbeda dengan memikirkan hal negatif sehingga membuat kita cemas. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca sendiri ya bukunya wkwk

Dan disini juga dikatakan jika ada suatu masalah, kita bukan hanya sebagai orang yang pasrah tapi aktif untuk melakukan solusi yang sudah kita pikirkan. Pada dasarnya semakin kita ditempa masalah, semakin membuat kita menjadi tangguh. 

Ada isi wawancara dengan psikiater, psikolog anak dan pendidikan, editor konten dari geolive. Yang akan melengkapi ulasan di dalam buku ini.

Ternyata ini juga bisa dipakai dalam parenting, bagaimana cara orang tua mendidik anaknya untuk bisa kritis sejak dini dan tidak menyalahkan hal-hal yang tidak masuk akal. Orangtua pun diberikan pengertian sebagai orangtua tugas kita adalah mendidik anak dengan baik, namun apapun yang terbentuk pada diri anak kita nanti, orangtua tidak berhak untuk melarangnya. Karena apa yang terbentuk pada anak adalah hal-hal yang tidak dapat dikontrol oleh orangtua.

Dan buku ini diakhiri dengan membahas tentang kematian. Bagaimana seharusnya kita memandang sebuah kejadian akan kematian.

Seperti yang disebutkan penulisnya, bahwa buku ini adalah buku pengantar awal untuk seseorang paham teori filosofi teras, karena pembahasannya disini masih belum begitu dalam, namun buku ini sangat mudah dipahami. Saya pribadi suka sekali sama bukunya. 

Oh iya menurut saya, buku ini seperti bukunya mark manson yang seni bersikap bodoamat digabungkan dengan buku segala-galanya ambyar. Dengan dijelaskan dari gaya bahasa dan gaya pembahasan yang berbeda namun secara keseluruhan pola berpikirnya hampir sama. Dan pastinya lebih mudah dipahami karena berbahasa Indonesia asli dan contoh yang diberikan persis dengan kejadian sehari-hari. Lalu di akhir buku ini ada cara untuk kita melakukan filosofi teras dalam kehidupan sehari-hari agar bisa menjadi lebih bernalar. 

Wah bagus sekali ya.. Apakah kita bisa melakukan filosofi teras? Yuk bisa yuk! 

Oh iya gue beli ini harganya 76.000 tapi sama ongkir jadi 86.000. Sekian dulu ya~ semoga bermanfaat~




Jumat, 18 Desember 2020

[REVIEW BUKU] Metamorproses


Judul : Metamorproses
Penulis: fazar Firmansyah
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
ISBN : 978-602-04-3964-8
Jenis buku : Self improvement
Halaman : 180 halaman
Rating pribadi: 8,1 / 10

Seperti namanya metamorproses - hidup itu proses bukan protes! Disini ada pembahasan mengenai kegagalan, bagaimana cara kita memandang suatu kegagalan dengan baik, menyadarkan akan makna kegagalan untuk dijadikan bahan refleksi diri agar bisa berhasil. Biasanya kegagalan dianggap sebagai suatu aib padahal yang membuat aib itu adalah gengsi kita sendiri. Kita harus mempunyai mindset yang membangun atau positif agar bisa menjadi lebih baik. Ada kisah seekor katak dan siput yang bercakap-cakap, siput merasa minder akan dirinya yang lamban padahal dia punya kemampuan bertahan dari serangan musuh dengan cangkangnya dibanding katak yang lincah namun tidak punya cangkang untuk berlindung. 

Disini juga diceritakan bagaimana kekayaan itu sebenarnya luas, terkadang kita terpatok hanya pada ngerasa gaji yang kecil, padahal banyak yang dapat kita syukuri. Disebutkan disini bahwa "kaya sesungguhnya adalah ketika penghasilan bertambah besar, tetapi kebutuhan tetap, penghasilan yang lebih setelah digunakan untuk kebutuhan, digunakan untuk investasi".

Disebutkan juga tentang makna sukses, yaitu berhasil, lebih tepatnya berhasil melakukan hal yang sebelumnya belum berhasil dan belum bisa kita lakukan. Dan menyadarkan bagaimana manusia seharusnya bermanfaat bagi manusia lainnya. 



Ada juga tips-tips seputar: bagaimana jika menjadi korban bully, bagaimana menjawab pertanyaan "kapan nikah?", lalu barang apa yang harus dibawa ke kondangan, cara membuat weekend lebih berkualitas, cara menemukan potensi diri, cara agar lebih bersyukur dan tidak minder, dan lainnya. 

Buku ini layak dibaca untuk berbagai kalangan, terutama anak muda. Karena gaya bahasanya yang terkesan santai, simpel, dan ada bahasa-bahasa gaul anak muda tertera disana. Buku ini sangat ringan untuk dibaca dan mudah dipahami, ada kisah-kisah singkat sebagai penunjang nya dan tidak berbelit-belit dalam pembahasan. Namun memang menurut saya tips yang diberikan dikembalikan kepada pembaca apakah sesuai dengan dirinya atau tidak. Dan saya suka dengan banyaknya ilustrasi lucu alasan quote-quote di buku ini. Membuat pembaca tidak mudah bosan.

Akan saya lampirkan sedikit ilustrasinya:















Selasa, 15 Desember 2020

[REVIEW BUKU] The Orange Girl

 



Judul : The Orange Girl
Penulis : Jostein Gaarder
Penerbit : Mizan
Penerjemah : Yuliani Liputo
Tebal buku : 251 halaman
Jenis : novel
Harga : pulau Jawa Rp. 65.000,00
Rating dari saya : 8/10

Tahukah kamu dengan buku yang berjudul "Dunia Shopie" Novel filsafat yang terkenal itu? Buku ini adalah karya dari orang yang sama dengan buku tersebut. Namun buku ini tidak seberat pembahasan di buku Dunia Shopie, ini jauh lebih ringan, dan bukunya pun lebih tipis dari Dunia Shopie. Saya pun membacanya hanya dalam waktu 2 hari. 

Buku ini tentang apa sih? Seperti di dalam cover tertulis kisah tentang ayah, anak, dan cinta. Jadi, ada seorang ayah yang telah meninggal sejak anaknya berusia 3,5 tahun. Ayahnya menulis surat untuk anaknya. Didalam surat itu ayahnya mengatakan bahwa ia sangat mencintai si gadis jeruk. Dia selalu mengejar-ngejar nya, namun gadis jeruk ini selalu menghilang sesaat setelah bertemu dengannya.

Ayahnya bernama Jan Olav, anaknya bernama Georg. Sebenarnya ceritanya tidak begitu terdapat konflik yang berat, hanya menceritakan bagaimana Jan Olav berusaha mencari tahu tentang keberadaan dan identitas si gadis jeruk ini. Pembaca akan bertanya-tanya siapakah sebenarnya gadis jeruk ini. Itu yang membuat saya terus membaca bukunya. Ada juga terselip informasi tentang ilmu astronomi, jujur saya suka sekali jika membahas alam semesta, cuma memang sungguh disayangkan buku ini tidak sekaligus dibubuhi Gambar-gambar untuk menjelaskan lebih jelas dan menarik.

Namun akhir kisah ini membuat saya sedih. Membuat saya termenung sesaat. Ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan Jan Olav kepada Georg,  kurang lebih begini "akankah kamu memilih hidup yang singkat ini, karena semua yang kamu punya akan dicabut dan tidak akan kembali lagi? Atau kamu lebih memilih untuk mengatakan tidak Terima kasih?"

Jan Olav digambarkan seperti sangat sedih karena akan pergi untuk selama-lamanya meninggalkan istri dan anaknya, yang sudah dia miliki dan sangat dia cintai. Surat tersebut ibarat luka lama yang dibuka kembali setelah belasan tahun mencoba ditutup rapat. Si gadis jeruk pun masih sangat mencintai Jan Olav. 

Lalu diakhir kisah anaknya, Georg mencoba menjawab pertanyaan ayahnya yang ada di surat itu, dia mengatakan "aku yakin betul akan memilih untuk hidup di bumi ini meski hanya untuk waktu yang singkat, ayah bisa beristirahat dengan tenang, dan Terima kasih sudah mengejar si gadis jeruk itu".

Kata Georg lagi: tanyai ibu dan ayahmu bagaimana mereka bertemu, barangkali ada kisah menarik, tanyak keduanya, karena ceritanya mungkin tidak akan persis sama.

Buku ini memiliki font yang agak besar hingga nyaman untuk dibaca, namun terkadang di pertengahan sedikit jenuh. Jika kamu berhasil membaca hingga akhir disitulah letak pesan moral nya. Btw, saya beli buku ini dengan harga Rp. 23.500,00 di toko mizan yang ada di Shopee. Saat lagi harbolnas 12.12. Nah kira-kira begitu ya. 






-------------------------------------------


*intermezzo ya

Gue jadi mikir kalau kamu menyanyangi seseorang, lalu kamu berhasil menikah dengannya. Andai kamu harus memilih takdir: kamu yang dicabut nyawanya dahulu meninggalkan pasangan dan anak-anakmu? Atau kamu memilih lebih baik pasanganmu saja yang mati terlebih dahulu? 

Jujur pertanyaan yang gue buat sendiri membuat gue jadi sedih sendiri. Kalau boleh gue jujur, ada salah satu pria yang gue sayang, dia pun pada akhirnya tahu perasaan gue, entah bagaimana kita nanti. Jauh di dalam lubuk hati gue, gue pengen banget bisa menikah sama dia. Meskipun gue ditolak mulu sama dia hehe. Kenapa gue pengen nikah sama dia? Karena gue pengen nemenin dia terus, kalau gue cuma jadi sahabatnya doang gue gak bakal bisa menjangkau dia lebih jauh, gue gak bakal bisa meluk dia disaat dia rapuh karena bukan muhrim. Tapi kalau gue nikah sama dia, gue bisa meluk dia disaat dia rapuh ataupun gue yang rapuh, gue bisa melihat dia sebelum tidur dan setelah bangun tidur, gue bisa masakin dia (kali aja dia jadi suka sayur karena sayur bikinan gue enak hehe), gue bisa ngerapihin bajunya kalau dia mau kerja, dan hal lain yang bisa kita lakukan bersama. Gue gak mau ninggalin dia tapi gue juga gak mau dia ninggalin gue. Gue gak bisa memilih 😭😭

Gue terlalu banyak berangan-angan, iya gue tau! Siapa sih yang tidak berangan-angan ketika sedang jatuh cinta sama seseorang? 

Btw, gue jadi sedih juga. Betapa gue sadar bahwa waktu itu sangat singkat. Iya.. Gue ngerasa moment indah maupun menyebalkan yang terjadi diantara kita begitu cepatnya berlalu. Gue benci mengakuinya, tapi gue sangat merindukan dia, gue sangat menyanyangi dia. Gue ingin bisa menyanyangi dia dan disisi dia lebih lama lagi, akankah gue bisa dikasih kesempatan sama Allah buat bisa mewujudkan cita-cita gue tersebut..???

Tapi satu hal yang sedang gue rasakan juga. Ada rasa malu dihati gue buat ketemu dia lagi. Entahlah.. Gue merasa ciut gak punya nyali banget. Padahal gue sayang bgt sama dia. Kapan dia bisa datang ke gue sih 😭😭😭😭

Ya Allah kasih kami kesempatan untuk bisa bersama, untuk bisa membangun bahtera rumah tangga di dunia ini. Meskipun tidak ada yang abadi di dunia ini. Tapi setidaknya aku ingin bisa berada disisi dia dalam sisa hidupku, temani aku.. Please.. Pria sayur. Tolong jangan pergi! Jangan tinggalin gue! 

- si gadis cupacup

Jumat, 11 Desember 2020

[REVIEW BUKU] Segala-Galanya Ambyar


Judul Asli: Everything is F*cked

Judul : Segala-galanya Ambyar

Penulis : Mark Manson

Penerbit : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Alih bahasa: Adinto F. Susanto

ISBN : 978-602-052-283-8

Harga : pulau Jawa Rp. 90.000, 00

Jenis buku : self improvement

Usia : 17+

Rating dari saya pribadi : 4,6 /5


Buku ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu bab 1 tentang harapan dan bab 2 tentang segala-galanya ambyar. 


Bagian pertama tentang harapan di buka dengan kisah Pilecki yang nekat untuk masuk ke dalam penjara yang kejam (kamp. Konsentrasi Nazi) demi untuk membuktikan kebenaran pemberitaan atas banyaknya orang yang terbunuh di dalamnya, puluhan ribu orang tewas setiap hari. Misi ini dirasa sebagai misi bunuh diri, tapi dibalik misi ini, Pilecki berharap dari pemberitaannya akan ditindak lanjuti untuk memperbaiki kehidupan. Namun bala bantuan tidak kunjung datang karena mereka menganggap Pilecki terlalu mengada-ngada berita. Namun Pilecki terus berharap suatu hari akan ada bantuan yang datang. Tapi pada akhirnya Pilecki berhasil melarikan diri sendiri tanpa ada bantuan dari orang-orang yang awalnya berjanji akan membantunya. Pilecki terus menjadi mata-mata dan selanjutnya ia ketahuan. Pilecki diancam untuk di hukum, saat ini bisa saja ia kabur ke Italia, tapi dia memilih tetap menjadi orang Polandia dan mati secara terhormat, ketimbang harus melarikan diri dan menjadi identitas yang bukan dirinya. Intinya harapanlah yang menggerakan Pilecki. 


Mark menyimpulkan bahwa lawan dari kebahagiaan bukanlah amarah atau kesedihan, namun ketiadaan harapan. Jika kamu masih marah dan sedih akan sesuatu artinya kamu masih peduli dengan hal itu. Ketiadaan harapan inilah yang membuat seseorang menjadi depresi dan akar penyakit jiwa lainnya. 


Namun sering kali kita sukar untuk menemukan tujuan hidup kita, dan itu membuat orang berbondong-bondong mengadu kepada Tuhan karena hanya Tuhan yang tahu secara pasti dan kita sebagai manusia sangat terbatas. Namun orang yang tidak memiliki agama pun juga mempercayai sesuatu. 


Lalu dilanjutkan dengan membahas paradoks kemajuan: semakin baik kondisi yang kita dapatkan, semakin cemas dan putus asa diri kita. Fakta mengejutkan bahwa "Semakin aman wilayah yang anda tinggali maka semakin mungkin anda melakukan bunuh diri".


Untuk membangun sebuah harapan kita membutuhkan 3 hal : yang pertama kesadaran akan kendali, kedua kepercayaan akan nilai sesuatu, dan yang ketiga adalah sebuah komunitas. 


Lalu ada kisah seseorang bernama Elliot seseorang yang berhasil dan sukses di perusahaannya, namun ia mengalami tumor otak yang mengharuskan tumor tersebut diangkat melalui operasi frontal lobe. Namun setelah pembedahan, alih-alih sembuh Elliot malah berubah menjadi sosok yang kualitas kerjanya sangat menurun Bahkan ia tidak peduli dengan apapun, ternyata ada kerusakan dalam sistem emosi di otak Elliot, meskipun secara intelegensi tidak terganggu. Dari sini kita tahu bahwa emosi itu penting untuk menjadi penggerak kita dalam melakukan sesuatu. 


Di buku ini juga terdapat hukum Newton tentang emosi, namun tidak sesulit Hukum Newton yang ada di dalam buku fisika, karena tidak terdapat rumus-rumus tertentu. Hukum newton emosi yang pertama adalah ada kesenjangan moral di mana kita sering merasa jika kita dijahati oleh orang maka kita harus membalasnya dengan kejahatan juga, karena kita mendambakan sebuah penyetaraan, begitu pula dengan emosi positif yang diberikan oleh orang lain kita cenderung akan membalasnya dengan positif juga. Dan yang mendorong penyetaraan itu adalah emosi kita sendiri. Hukum pertama Newton Ini menghasilkan Kesadaran kita akan moralitas yang mendasari persepsi kita akan keadilan dan inilah sistem yang mengoperasikan otak perasa. Ada juga kisah mengenai otak perasa kita yang jika tidak dikendalikan dengan otak pemikir maka kita sebagai manusia bisa menjadi jahat dan cenderung lepas kontrol. 

Disini dijelaskan bahwa otak pemikir memahami kejadian demi kejadian dalam hubungan lateral atau setara, misalnya persamaan perbedaan sebab-akibat dan lain-lain. Sedangkan untuk otak perasa bertugas mencerna kejadian demi kejadian dalam hubungan hierarkis atau peringkat misal baik-buruk lebih tinggi lebih rendah secara moral. 


Lalu hukum kedua Newton tentang emosi ini berisi: emosi-emosi yang kita alami selama ini membentuk cara kita dalam menilai segala hal yang terkait dengan diri kita. di sini disebutkan bahwa, seseorang yang percaya dirinya layak diperlakukan Istimewa karena merasa hebat tidak berbeda dengan seseorang yang layak diperlakukan Istimewa karena merasa dirinya bobrok. Dijelaskan juga bahwa harga diri adalah sebuah ilusi yang hanyalah sebuah bangunan psikologis yang dirancang oleh otak perasa agar dapat memprediksi apa saja yang bisa menolong kita dan melukai kita. 


Lalu hukum ketiga Newton Emosi adalah identitas anda akan tetap menjadi identitas anda hingga sebuah pengalaman baru melawannya. Diceritakan bahwa ada seorang cowok yang selingkuh lalu cewek itu patah hati dan cewek itu merasa bahwa semua cowok itu brengsek atau dia yang brengsek padahal keyakinan itu belum pasti kebenarannya karena itu hanya pemikiran cewek itu saja, sampai akhirnya ketika dia menemukan cowok yang baik namun karena cewek itu tetap didalam pikirannya yang awal maka ia tetap menganggap semua cowok brengsek. 


Itulah kenapa perlu untuk memeriksa ulang pengalaman-pengalaman di masa lalu kita dan menulis ulang cerita-cerita di sekitar pengalaman tersebut. Apakah benar kalau hal itu adalah hal jahat yang menimpa kita atau tidak, dan cara lain untuk mengubah nilai-nilai kita adalah dengan memulai menulis cerita-cerita untuk diri kita di masa depan untuk melihat Seperti apa hidup kita kelak jika memiliki suatu nilai tertentu. 

Kurang lebih seperti itu isi buku ini. Saya tidak bisa menjelaskan hal ini secara lengkap total, karena anda bisa baca sendiri jika anda tertarik untuk membelinya. 

Buku ini sangat menarik bagi saya. Seakan-akan saya diajak untuk mengkritisi sesuatu dan menganalisis setiap kisah yang ditulis Mark Manson. Dan seru untuk dibaca karena banyak berisi kisah-kisah maupun sejarah yang riil terjadi di kehidupan nyata yang diambil kisahnya oleh Mark Manson namun memang harus sangat kritis dalam membaca buku ini, jangan ditelen mentah-mentah. Buku ini juga cocok bagi kalian yang ingin mendalami bidang psikologi karena di sini banyak kisah-kisah tentang bagaimana proses otak perasa dan otak pemikir dalam bekerja. 

Buku ini ada membahas tentang agama juga. Namun bukan agama yang hanya selama ini kita ketahui seperti Islam Kristen Budha dan lain-lain namun agama di sini lebih kepada kepercayaan yang kita anut, misalnya bisa ideologi atau bahkan hobi hobi yang kita lakukan selama ini. bahkan di akhir buku ini ada penjelasan tentang agama terakhir yaitu di mana Mark Manson melihat akan adanya kelahiran kecerdasan artifisial yaitu program yang lebih pintar dari manusia mungkin disini saya bisa analogikan seperti Google, namun lebih canggih lagi. Dan kesan saya terhadap buku ini seperti buku sebelumnya, buku ini juga harga memiliki bahasa yang berat jadi perlu dipikirkan dengan baik. 


BTW, Saya membeli buku ini seharga 64.000 karena sedang diskon di shopee hehe. Segitu dulu ya kurang lebihnya mohon maaf semoga bermanfaat ya. 

Rabu, 18 November 2020

[REVIEW BUKU] Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

 



Judul Asli: The Subtle Art Of Not Giving A F*ck

Judul: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Penulis: Mark Manson

Penerbit: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Editor: Adinto F. Susanto

Alih Bahasa: F. Wicakso

ISBN: 978-602-452-698-6

Harga: Rp. 67.000,00 (p. Jawa)

Jenis buku: Self improvement

Usia: 17+

Rating dari saya pribadi: 4,5 / 5


Bagian pertama dalam buku ini kita sudah diberi kalimat "Jangan Berusaha". Awalnya saya bingung, kenapa kita tidak boleh berusaha? Lalu ketika dibaca selanjutnya, saya merasa ada benarnya juga. Awal kisah menceritakan seseorang yang bernama Charles Bukowski yang merupakan pecandu alkohol, senang main perempuan, pejudi kronis, kasar, kikir, tukang hutang, namun dia adalah seorang penyair.


Bukowski bercita-cita jadi penulis namun karya-karyanya selalu ditolak, dia pun bekerja sebagai seorang penyortir surat di kantor pos. Disini dicertiakan bahwa Bukowski tidak berusaha untuk mencapai cita-citanya tersebut, dia menjalani hidup dengan apa adanya dirinya. Jika dibaca dengan sungguh-sungguh Mark menuliskan cerita tersebut dari sudut pandang yang unik, walaupun dengan judul yang sangat membuat bingung. Justru katanya, dengan tidak berusaha seseorang bisa lebih baik mengerjakan sesuatu ketimbang melakukan sesuatu dengan dipaksakan.


Lalu diceritakan bagaimana dampak sosial media mempengaruhi kita sebagai pengkonsumsinya sehari-hari. Dimana sosial media hanya menjadi ajang pamer dan membuat orang yang melihatnya merasa dirinya tidak sebaik apa yang orang lain tampilkan. Justru permasalahan kita kebanyakan karena terus menerus berpikir bahwa kita tidak memiliki kemampuan, sedangkan orang lain bisa sangat memukau. Sangat nyata terjadi kan?

Lalu ada kalimat seperti ini di buku "Hasrat untuk mengejar semakin banyak pengalaman positif sesungguhnya adalah sebuah pengalaman negatif. Sebaliknya, secara paradoksal, penerimaan seseorang terhadap pengalaman negatif justru merupakan sebuah pengalaman positif."


Hal itu dibaratkan semakin kita mengejar kekayaan maka kekayaan itu semakin menjauh. Kita tidak akan pernah merasa kaya jika terus mengejarnya. Begitupun cinta semakin mengejar cinta maka kita semakin merasa tidak dicintai. Dan banyak contoh lain yang dituliskan Mark disana. Justru pengalaman pahit sering kali membuat kita dapat bangkit dan menjadikan pengalaman pahit itu sebagai pelajaran dikemudian hari. Lalu ketika seseorang selalu diberikan kemudahan dalam hidup, manusia akan semakin egois.


Dan dijelaskan lebih lanjut lagi jika:

Seni #1: masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda

Seni #2: untuk bisa mengatakan "bodo amat" pada kesulitan, pertama-tama anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan

Seni #3: entah anda sadari atau tidak, anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan


Lalu ada bab dimana dikatakan "Anda Tidak Istimewa", disini diceritakan seorang bernama Jimmy yang pintar sekali berbicara meyakinkan orang lain bahwa dirinya hebat, sehingga cenderung menjadi narsisistik, bahkan ingin selalu tampil sempurna tanpa ada kekurangan. Padahal orang yang benar-benar memiliki penghargaan diri yang tinggi mampu melihat bagian negatif dari pribadinya secara blak-blakan. Sebenarnya disini saya disadarkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

Lalu di akhir Bab Mark menceritakan pengalamannya berdiri di dekat tebing seperti orang yang ingin bunuh diri. Mark merasakan bahwa tubuh kita pada dasarnya akan memberi sinyal bahaya, semakin mendekati tebing jurang tubuh semakin merasa tegang. Mark duduk di ujung dan merefleksikan berapa kehidupan ini akan diakhiri dengan kematian.

Begitulah sedikit part dari tulisan Mark manson, yang menurut saya pribadi tulisan ini memiliki sudut pandang yang sangat unik, harus benar-benar dibaca dengan cermat agar tidak menjadi salah tafsir bagi orang yang membacanya. Buku yang memberikan cerita-cerita menohok di dalam hati saya membuat saya sambil membaca juga merefleksikan kisah sehari-hari saya. Secara keseluruhan buku ini sangat bagus, tidak heran buku ini telah menjadi buku terlaris versi New york Times dan Globe and Mail. Dan karena buku ini adalah buku terjemahan ada kalimat-kalimat yang sedikit aneh ketika diterjemahkan, namun masih dapat dipahami dengan mudah. Buku ini juga terkesan santai dalam penyampaiannya, meskipun bagi saya cover bukunya memperlihatkan kesan yang kaku. Buku ini sangat layak dikonsumsi untuk usia 17 tahun keatas yang sedang pusing -pusingnya dalam menjalani kehidupan.

Jumat, 06 November 2020

Sate Ayam Senayan

Oke kali ini gue mau nulis pengalaman gue masak sate ayam, itu semua karena gue liat youtubenya Willgoz masterchef gais~ pokoknya kalau mau lebih jelasnya lo liat aja youtube dia dah karena gue juga baru ajang coba-coba wkwk

Karena ini adalah sate ayam ala-ala yang dibuat di rumah sendiri jadi gaperlu make bakaran yang ada arangnya gitu ya, karena gue gapunya wkwk. Gue make Happy Call (ehmm.. entahlah itu nama merek atau emang nama alatnya) make wajan teflon yg pipih juga bisa kok sebenernya.


Btw karena ini pertama kalinya gue nyoba masak sate ayam, jadi agak-agak gimana gitu rasanya wkwkw soalnya emang gue gak pernah bakar2, kecuali bakar sumbu lilin(?) *mau ngepet wkwkw ga deng becanda elah tegang amad si. Atau bakar kenangan aja apa(?) *apa lagi ini.


Oke lanjut!

Jadi pertama kali gue bersihin dulu ayamnya, gue beli ayam fillet dada 1 kg, tapi katanya lebih juicy klo bagian paha sebenernya. Tapi ah au ah gue ma sebagai pihak yang ditugaskan masak dan bahan-bahan ortu gue yang beli jadi gue terima beres aja.


Terus itu ayam gue potong layaknya sate(?) Terus gue marinasi pake ketumbar bubuk, lada bubuk, garem, kecap manis, kecap asin. Btw nih ya pengalaman gue kemaren ya Allah ya Rabb!!!! Keasinan parah pake banget. Tau gak kenapa? Karena gue salah menakar garem. Jadi tolong banget buat kalian perhatikan garemnya, gue biasanya masak garemnya tu make feeling aja gitu, tapi karena gue mau ngikutin takaran dan kebetulan salah menakar yaudah jadinya kacau balau. Inget kecap asin udah asin banget juga. Trs kecap manis secukupnya aja deh ya jangan kebanyakan juga karena kecap manis lebih baik banyak di taro di bumbu kacangnya. Ketumbar dan lada perbandingnya 2:1 gue kemaren.


Terus selama lagi di marinasi tuh ayamnya, bikin bumbu kacang. Btw kemaren gue make kacang yang udah digerus gitu jadi tinggal lo tumis aja bawang merah putih dan cabe kalau mau pedes. Bawang merah putihnya hampir sama ya jumlahnya tapi banyakin bawang merah dikit. Terus blender itu yg udh di tumis, terus masukin kacang tadi ke bumbu yg udah di tumis dan di blender tadi kasih air aduk2 sambil di masak di api sedang cenderung kecil(?) Terus masukin daun jeruk sama gula aren kalau bisa biar lebih enak, tapi gue kemaren make gula merah, oh iya masukin air asem jawa juga, tapi kemaren gue lupa masukin air asem jawa wkwkwk. Trs klo udh mendidih dikit langsung masukin air sagu dikit biar kentel aja.


Yaudah lo tusuk2in dah daging ayamnya, jangan nusuk boneka santet ya~ wkwkw kemaren dari 1 kg ayam jadi sekitar 40 tusuk.



Terus bakar deh ayamnya di happy call itu. Oh iya diolesin minyak sayur dikit ke satenya, bakar sampe agak keliatan gosong-gosong gitu biar kek sate di abang-abang wkwk. Jangan lupa di bolak balik biar matenya merata ya. Kalau udah ya angkat taro piring kasihin bumbu kacangnya kasih bawang goreng. Kalau doyan nih kalian.. lebih enak lagi di peresin jeruk limau sama ditambah kecap manis kalau kurang manis, pokoknya itu opsional sih tergantung selera.

Oke sekian deh ya~

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.



Kamis, 05 November 2020

Pemberkasan CPNS

Hai~ Assalamualaikum semua~

Gue disini mau nulisin pengalaman gue waktu mendaftar CPNS. Gue daftar CPNS tahun 2019, jadi gue adalah angkatan CPNS 2019 meskipun baru kelar semua-muanya ditahun 2020. You know lah kenapa? Karena covid yg sedang menjadi pandemi dimana-mana.


Kalau gak salah pertama kali gue daftar melalui SSCN itu sekitar september 2019, eh apa oktober ya.. hmm.. apa november? Ah entahlah gue lupa ni monmaap pokoknya masih 2019 aja.


Terus SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) di awal maret 2020. Terus SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) akhir september 2020, pokoknya SKB gue mengingatkan gue sama lagunya greenday yg wake me up when september ends wkwkw(?) Terus pengumuman di akhir oktober 2020. Terus dikasih waktu buat ngurus berkas yg perlu diurus(?) Seperti SKCK sama tes kesehatan.


Oke gue jabarin pengalaman gue ngurus berkas aja kali ya.


Jadi dulu gue nanya-nanya sama temen gue kalau pemberkasan tahun lalu tuh harus make KTP, KK, AKTE yg dilegelisir, kartu kuning, legalisir ijazah dari SD-Kuliah, trs klo kuliah ditambah legalisir transkrip nilai. Nah setiap data gaboleh ada yang beda, penulisan nama hrs sama dan bener semua. Waktu itu karena nunggu waktu sebulan lama juga kan menuju pengumuman, jadi gue pake aja buat ngurus itu semua, kaya KK dibenerin gitu biar sama kaya KTP, ya pokoknya gitu-gitu deh.


Ternyata pas pengumuman, berkas yg dipake hanya pas foto, scan KTP, scan ijazah terakhir, scan transkrip nilai, scan SKCK, scan surat keterangan kesehatan sehat jasmani rohani, scan surat keterangan bebas narkoba, scan SK pemberhentian kerja dari tempat bekerja, scan surat-surat pernyataan yang bakal dikasih di website SSCN. Nah kebetulan gue gaperlu ada pemberkasan fisik, pokoknya tiap instansi berbeda ya, tolong perhatiin apa instruksi yg dikasih dimasing-masing instansi.


Oh iya btw gue foto lagi buat pas foto, biar cakepan dikit lah ya wkwkw fotonya mirip foto ijazah kok bukan foto buat nikahan ya, kalau nikahan backgroundnya biru, kalau ini merah wkwkw. Abis gue kemarin dikira pas foto buat nikah weh sama mas-mas tukang fotonya -_- ya doa kan semoga disegerakan lah ya wkwk meskipun gatau sih nikah sama siapa -_- btw rumah pigura adalah salah satu tempat yang gue percaya buat foto, tempatnya ada di daerah pinang tangerang pokoknya deket-deket ciledug indah, meskipun agak jauh dari rumah sih tapi gatau kenapa seneng aja kesini, lagian fotografernya tuh ramah dan bener-bener mengarahkan kalau bajunya gak rapi terus kalau kurang senyumnya atau kurang miring kemana gitu. Gue dulu foto wisuda sama keluarga pun disini gais~

Menunggu jadwal penguploadan DRH (Daftar Riwayat Hidup), gue pake buat ngurus SKCK sama suket (Surat keterangan) kesehatan.


Pertama gue ngurus surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba dulu. Kenapa? Karena surat ini adalah surat yang paling sulit dan agak ribet didapatkan. 


Ingat kan dengan pernyataan suket harus di TTD dokter yg PNS (punya NIP), yaudah berarti kita cus ke RS (rumah sakit) pemerintah. Meskipun ada yg bilang untuk surat kesehatan jasmani bisa di puskesmas tapi entahlah gue sih memilih langsung ke RS pemerintah aja sekalian semua beres, bahkan kalaupun beda RS juga bisa kok. 


Biasanya setiap RS bakal ada harga paket MCU (medical check up) gitu. Gue pribadi ke RS yang paket MCU nya standar aja sih tapi bisa dipake buat pemberkasan. Soalnya ada loh di beberapa RS yang harga paket MCU nya itu sampe sejuta lebih. Alhamdulillah gue cuma 447 rb udah semua-muanya tuh. Bahkan ada loh temen gue yang cuma 260 rb. Nah ini rincian harga paket MCU RSUD Kota Tangerang



Gue ngurus di RSUD Kota Tangerang, karena dengan pertimbangan deket dari rumah wkwkw. Meskipun gue memilih formasi CPNS bukan di kota Tangerang.


Hari pertama dikasih start mengurus itu tanggal 2 november 2020 kemarin. Gue cus ke RSUD Kota Tangerang jam 6 lewat dikittt banget, daaann gue udah antrian ke 14, dengan kuota offline 15.  Jadi awal banget katanya kuota 15 offline 15 online, cuma makin bergeser hari kayanya disuruh online semua sih. Pokoknya disini gue ngerasa ujian banget dah. Ngurus surat keterangan sehat jasmani dan rohani tapi dengan keadaan yang seperti itu gue ngerasa jadi TIDAK sehat jasmani dan rohani 😂 tapi perjuangan gue belum ada apa-apanya loh dibanding temen gue yang dari jam 3 malem udah ngambil nomor antrian RS (cuma gue gatau ini RS mana), wahhh gue hanya bisa geleng-geleng kepala sih, gatau mau kagum apa sedih liat perjuangannya.


Kalau di RSUD Kota Tangerang, persyaratannya hanya bawa fotokopi KTP satu biji sama duit, udah itu doang. Oh iya beda RS pun beda kebijakkan persyaratan ya, soalnya ada tuh yang make KTP nya banyak, pas foto, materai, dll. Oke balik ke topik lagi, kalau udah dipanggil sama petugas yang menjaga pintu depan tuh, kita ke kasir dulu buat bayar paket MCU lengkap. Oh iya jadi kita gak perlu tuh nulis mau ke poli jiwa juga, karena dari paket MCU itu udah dipecah dan diatur sama pihak rumah sakit, kita tinggal ikutin arahan aja, yg penting kasih tau ini untuk pemberkasan CPNS.


Terus nih.. gue pergi ke MCU yang ada di lt. 4, disitu ditanya mau tes MMPI dulu apa mau urine dulu? Kalau MMPI ini untuk tes kejiwaannya ya (tes rohani) terus kalau tes urine untuk tes bebas narkobanya.


Nah gue milih urine dulu sih karena pengen buang air kecil wkwk, padahal sebenernya enakan MMPI dulu, urine tuh ngantrinya bro waduuhh bikin pegel. Kalau MMPI dikerjakan sekitar 2 jam an dengan jumlah butir soal 567 biji. Udah gitu make pensil kaya mau UN dibuletin gitu. Tes urine dilakukan di LAB yang ada di lt. 1. Turun lah gue~ ngantri deh gue~ nunggu dipanggil buat dikasih botol buat nampung urine(?) *eh itu botol bukan si namanya yak pokoknya itulah ya


Abis urine, gue balik lagi ke lt. 4 weh ke MCU gue di cek tinggi badan, berat badan, sama tensi. Dan karena gue udah kecapean banget waktu itu, tensi gue tinggi seketika gais -_- 143/95 apa ya kalau gak salah. Terus kata susternya yaudah ngerjain MMPI dulu aja deh jaz, yowes ku lakukan saja. Sampe akhirnya setelah MMPI gue dicoba tensi lagi tuh dah ternyata masih tinggi bahkan makin tinggi -_- 146/96 aduhhh bener-bener kan ya. Emang sih gue puyeng banget tuh waktu itu kek agak muter gitu.


Akhirnya susternya bilang "pulang dulu aja deh jaz istirahat, besok kesini lagi jam 8 langsung ke MCU". Oke gue balik tuh jam 12 an. Tadinya gue mau ngambil SKCK di polres yg udah gue buat secara online di websitenya. Tapi sumpah ya gue pengen nyanyi nih, gak gak gak kuad gak gak gakkuad aku gak kuad~ pokoknya gue gak kuat dah gue pusing banget harus pulang. Oh iya btw waktu itu gue lagi puasa hari senen pula. Akhirnya gue pas dirumah disuruh emak gue makan, minum obat, dan istirahat, batal lah sudah -_- eh pas sore kebetulan gue dikabarin sama ibu perawat di RS itu kalau MMPI gue valid terbaca terus disuruh dateng wawancara sama dokter kejiwaan jam 9.30. Yowes lah pas bgt kan besok disuruh balik lagi pikir gue.


Oke lanjut..

Tanggal 3 november 2020~

Jam 8 gue langsung cus ke MCU, minta tensi lagi dan ternyata masih tinggi dong -_- terus diem sebentar cuma turun jadi 130/90 kalau gak salah. Sampe semua suster heran kenapa sih jaz begadang apa? Entahlah ya gue stres si emang ngurus gini-ginian tuh. Yaudah setelah itu gue nemuin dokter umum yg ada di MCU, terus konsultasi kesehatan juga sih. Ditanya-tanya dikit soal ada riwayat penyakit apa, terus make kacamata ga, gitu-gitu pokonya deh. Terus nungguin dokter kejiwaan deh gue, yaudah wawancara. Ditanya yg gajauh-jauh dari MMPI yang udah gue kerjain kemaren.


Abis itu nungguin surat keterangan semua-muanya itu jadi. Sumpah gue mulai keroncongan tu perutnya waktu itu nungguin dan belum sholat juga, untung jam 1 udah selesai. Yowes balik karena gamungkin ke polres juga sih udah sesiang itu kan? Ngantri bro sumpah percayalah~ 


Oke lanjut ya

4 november 2020

Gue ke POLRES Metro Jaya Tangerang Kota, kenapa disana? Karena sesuai domisili dongs ya~ gue dateng jam 8 dan itu udah bejubel orang memenuhi tempat pembuatan SKCK. Gue nanya-nanya dong ya ada nomor antrian ga ke orang-orang, bahkan pak polisinya pun gue nanya soal nomor antrian, dan beliau bilang langsung ambil aja mba di loket kalau online. Tanpa pikir panjang gue ke loket dengan riang gembira berpikir bakal mulus-mulus aja, eh tiba-tiba pas gue sampe di depan loket, belum ngomong apa-apa loh gue, gue dibentak dong sama mas-mas yang mau ngambil SKCK juga. Aduh yaampun ada aja sih ya yang menguji kesabaran.

Gue kasih nih jalan ceritanya di foto ya:

Sakit bangettt uy! Dan malu banget! Untunglah bukan cuma gue yang gatau menahu soal antrian ini, bahkan setelah gue dibentak gitu, semua jadi pada sadar gitu loh "eh emang ada antriannya? Eh gue ga ngantri loh dari tadi" gitu-gitu pokoknya gue denger orang saling nanya, bahkan polisinya sampe ngomong "petugas, ini nomor antriannya gimana? Kalau emang ngantri mana nomor antriannya" pokoknya karena itu juga sih gue ya pede-pede aja wong gue gak salah sih sebenernya, cuma kebetulan aja waktu itu gue yang berani maju duluan terus PAS BANGET ketemu MAS-MAS yang EMOSIAN TINGKAT DEWA (untung anda memakai masker mas, jika tidak.. saya hafalin muka anda wkwkw) aduh Astaghfirullah udalah jaz.. siapa tau masnya lagi abis diputusin cewenya, jadi senggol bacok sama cewe(?). Ibarat tumbal ye gue wkwk tapi gapapa sih. Karena setelah kejadian itu jadi pada tau juga kan cara ngantrinya gimana. Pokoknya berpegang teguhlah pada prinsip "berani karena benar, takut karena salah".


Terus setelah ngasi berkas-berkas ke loket, disuruh nunggu 2 jam, dan entah ini gue rasa Allah udah Maha Mengatur ya, gue dipertamukan sama embak-embak yang juga  bingung mau nunggu dimana dan ngapain selama 2 jam. Yaudah gue sapa aja dia "ka, abis ngurus SKCK ya? Nunggu 2 jam ya?" Eh alhamdulillah respon si kaka itu bagus, yaudah kita jadi ngobrol kenalan, jadinya nunggu pun gak ngerasa boring-boring amat kan ya karena ada temennya. Intinya lo harus memberanikan diri buat SKSD aja sama orang wkwkw, btw gue pas di RS pun begitu kok, bodoamat lah gue sapa-sapain aja orang-orang dan untungnya mereka juga merespon gue baik kok.


Oke jam 10 gue ambil SKCK gue, terus gue fotokopi 5 buat dilegalisir, langsung tu legalisirnya, cepet kan? Yowes balik deh ke rumah. Btw ada typo di SKCK gue sih yang  harusnya PERSYARATAN PEMBERKASAN CPNS malah ditulis PERSUARATAN PEMBERKASAN CPNS, untunglah pas gue nanya ke pihak yang bisa ditanya itu tidak jadi masalah.

Intinya selama identitas lo bener, itu gak masalah, paham kan ya? Oke sekian dulu deh ya cerita pengalaman gue kali ini. Semoga bermanfaat ya Aamiin~ semoga segala urusan kita dimudahkan dan dilancarkan Allah ya gais~ pesen gue secapek apapun elo, istirahat ya biar ga sakit, seemosi apapun elo coba untuk berpikir dahulu sebelum berkata karena kita tidak tahu karma apa yang bakal didapatkan akibat dari terlukanya hati seseorang(?) *aih ngeri kali. Yowes lah ya

Btw terima kasih buat ka Rara yg satu PEMKOT sama gue, tempat berbagi info RS, sempet ketemu di RSUD kota Tangerang tapi sayangnya dia ga kebagian kuota dihari pertama. Makasih buat ka Sugma, ka Halimah, ka Maya yang jadi teman ngobrolku dan teman urineku(?) di RS hari pertama, btw mereka guru SD. Makasih buat ka Rizky yang jadi temen selama nunggu wawancara bareng sama dokter jiwa, gue lupa formasinya apa pokoknya akuntansi gitu tapi dia di pemkot tangerang, btw lancar ya ka nikahannya sama calon suaminya mantap lah jadi ASN+jadi istri wwkw. Terus makasih buat ka Edwin yang jadi temen ngobrol selama nunggu antrian dan waktu bolak balik di lift di hari kedua di RS, btw dia dokter di RSUD kalideres yang CPNSnya ngelamar di KEMENKES. Makasih juga buat ka Nana dari formasi dokter umum juga di KEMENKES yg nemenin nunggu SKCK di POLRES terus legalisir SKCK. 

Wassalamualaikum~

PARFUM ENAK WOYYYY!!!

Hey hey halo halo halo 💃 Gw pengen ngasi tau parfum yg enak bgt yaampoen sungguh secinta itu gw sm parfum ini. Wangi yg entah kenapa gw can...